Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 16:12 WIB

Pikap Impor Agrinas Hadir dengan Inovasi Tahan Bahan Bakar Buruk

Author

Pikap Impor Agrinas Hadir dengan Inovasi Tahan Bahan Bakar Buruk

PT Agrinas Pangan Nusantara telah mengonfirmasi kehadiran pikap impor dari India yang dirancang untuk beroperasi dengan berbagai jenis bahan bakar, termasuk Bio Solar berkualitas rendah.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian

Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan bahwa spesifikasi mesin menjadi faktor utama dalam pengadaan kendaraan ini.

Spesifikasi Utama Pikap Mahindra Scorpio

Pikap ini dilengkapi dengan mesin diesel 2.2 liter mHawk yang bisa memproduksi tenaga hingga 140 tenaga kuda dengan torsi 320 Nm.

Transmisi manual 6-percepatan memungkinkan pengemudi untuk mengendalikan kendaraan dengan baik, sementara mode penggerak 2WD dan 4WD memberikan fleksibilitas dalam berbagai kondisi jalan.

Fitur 4Low pada pikap ini juga sangat berguna untuk melintasi medan berat, menjadikannya pilihan menarik untuk kebutuhan niaga.

Kemampuan angkut pikap ini mencapai 1,2 ton, dengan kemampuan tarik maksimal hingga 2,5 ton, membuatnya sangat handal dalam membawa beban.

Inovasi Sistem Filtrasi Bahan Bakar

Salah satu fitur unggulan dari pikap ini adalah sistem double filter yang meningkatkan kinerja mesin meskipun menggunakan bahan bakar berkualitas rendah.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi

Sistem ini penting, mengingat bahwa kualitas bahan bakar di berbagai wilayah Indonesia sering tidak memenuhi standar yang diharapkan.

Joao Mota menekankan, "Sistem filtrasi ganda ini menjaga performa mesin, meski kendaraan berjalan dengan Bio Solar CN 48."

Inovasi ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang akrab dengan tantangan bahan bakar di pasar lokal.

Rencana Produksi Kendaraan di Indonesia

Dalam kerjasama dengan Mahindra, PT Agrinas berkomitmen untuk membangun bengkel, diler, dan merencanakan pabrik di Indonesia pada tahun 2027 atau 2028.

Selain Mahindra, Tata Motors juga diharapkan akan membangun fasilitas produksinya di Indonesia pada tahun 2029.

Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat industri otomotif lokal dan meningkatkan kemandirian dalam penyediaan kendaraan niaga.

Komitmen tersebut menunjukkan bahwa PT Agrinas Pangan Nusantara serius dalam mendukung perkembangan industri otomotif di tanah air.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU