Pemberitahuan Penundaan Impor Pick Up Scorpio Belum Diterima Mahindra
Mahindra, pabrikan mobil asal India, mengonfirmasi bahwa mereka belum mendapatkan pernyataan resmi mengenai penundaan impor pick up Scorpio ke Indonesia. Pernyataan ini muncul seiring dengan banyaknya permintaan penundaan dari pihak-pihak di Indonesia.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Politisi NasDem: Polisi Semakin Intensif Melakukan Penyelidikan
Perusahaan ini telah menerima pesanan sebesar 35.000 unit pick up Scorpio dari Agrinas Pangan Nusantara, dan telah menerima uang muka sebesar 30 persen dari total pesanan yang dilakukan.
Mahindra menjelaskan bahwa komunikasi mengenai penundaan impor dengan pihak Indonesia belum pernah dilakukan. Dalam rilis yang diterbitkan pada 3 Maret 2026, mereka menegaskan bahwa pesanan ekspor terbesar yang diterima adalah 35.000 unit kendaraan komersial ringan.
Proyek ini dilaksanakan dalam kerja sama dengan Agrinas Pangan Nusantara, yang telah membayarkan uang muka sebesar Rp 7,39 triliun dari total pesanan. Total nilai pemesanan mencapai Rp 24,66 triliun, menunjukkan komitmen besar dari kedua pihak.
Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya
Rencana impor pick up Scorpio dari India mendapat sorotan tajam dari berbagai elemen di dalam negeri. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menekankan pentingnya penundaan rencana impor 105.000 unit mobil untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Mereka merasa perlu agar isu ini dibahas secara mendalam oleh Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerjanya ke luar negeri. Kekhawatiran ini mencerminkan dampak impor terhadap industri otomotif lokal.
Banyak pihak pengusaha menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap rencana impor besar-besaran yang dinilai dapat merusak industri otomotif lokal. Anggapan bahwa langkah ini akan mendatangkan dampak ekonomi negatif tersebar di kalangan pelaku industri.
Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia, Saleh Husin, menyatakan, "Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi, kami mengimbau Presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga." Ini menunjukkan harapan untuk penguatan industri dalam negeri di tengah persaingan global.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: