Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 10:51 WIB

AI Canggih Munculkan Tantangan Baru untuk Manusia, Kata CEO SoftBank

Author

AI Canggih Munculkan Tantangan Baru untuk Manusia, Kata CEO SoftBank

CEO SoftBank, Masayoshi Son, menyatakan bahwa kecerdasan buatan super bisa membuat kecerdasan manusia setara dengan ikan dalam sebuah analogi yang menakutkan.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat

Pernyataan ini diungkapkan setelah pertemuannya dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, yang menjelaskan ambisi negaranya untuk menjadi pusat pengembangan AI.

Pernyataan Menarik dari Masayoshi Son

Dalam diskusi yang disorot, Masayoshi Son menjelaskan, 'Perbedaan antara otak manusia dan ikan mas dalam pot, perbedaannya 10.000 kali lipat.' Ia menekankan bahwa perbedaan ini bisa mengubah posisi manusia dalam hierarki kecerdasan di dunia.

Son menambahkan bahwa kecerdasan buatan yang semakin berkembang akan, '10.000 kali lebih pintar dari kita,' menunjukkan potensi kecerdasan buatan di masa depan yang masih sangat luas.

Ia memberikan analogi mengenai artificial super intelligence (ASI) dan manusia, menekankan, 'Kita tidak perlu memakannya. ASI tidak makan protein. Mereka tidak perlu memakan kita -- jangan khawatir.'

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi

Korea Selatan dan Ambisi AI

Pertemuan antara Masayoshi Son dan Lee Jae Myung mencerminkan keinginan Korea Selatan untuk memimpin dalam teknologi AI. Pada bulan November lalu, Lee memaparkan rencana pemerintah untuk melipatgandakan pengeluaran bagi pengembangan AI.

Dalam pertemuan itu, Lee juga mengemukakan pertanyaan tentang kemampuan ASI untuk meraih Hadiah Nobel Sastra, menunjukkan keraguan atas potensi kekuatan kecerdasan buatan.

Korea Selatan berusaha bersaing dengan negara-negara besar di bidang teknologi AI, terutama Amerika Serikat dan China, yang lebih dahulu maju.

Langkah Selanjutnya dalam Pengembangan AI

Meski banyak ilmuwan sepakat bahwa kecerdasan umum buatan (AGI) adalah langkah penting, mereka tidak dapat mengabaikan bahwa ASI masih dianggap jauh dari kenyataan. Beberapa ahli memperkirakan AGI yang dapat mengalahkan manusia dalam banyak tugas dapat terwujud dalam satu dekade ke depan.

Kantor kepresidenan Korea Selatan juga telah mengumumkan kemitraan dengan Arm, sebuah unit desain semikonduktor milik SoftBank, untuk melatih 1.400 profesional chip. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat industri semikonduktor Korea Selatan.

Kim Yong-beom, penasihat kebijakan presiden, mencatat, 'Inisiatif tersebut memperkuat bidang-bidang di mana industri semikonduktor Korea Selatan relatif lemah.'

Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU