BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 11 MARET 2026 • 14:05 WIB

Dominasinya Israel dalam Talenta Kecerdasan Buatan Global

Dominasinya Israel dalam Talenta Kecerdasan Buatan GlobalDominasinya Israel dalam Talenta Kecerdasan Buatan Global

Israel kini resmi menjadi negara dengan konsentrasi talenta kecerdasan buatan tertinggi dunia, menurut laporan terbaru dari LinkedIn.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Sementara itu, negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China tidak masuk dalam sepuluh besar, meskipun dikenal sebagai pusat teknologi global.

Persepsi dan Pentingnya Talenta Kecerdasan Buatan

Dalam dunia teknologi saat ini, kecerdasan buatan (AI) menjadi elemen kunci yang memengaruhi kemajuan berbagai industri.

Talenta dengan keahlian dalam AI menjadi faktor utama pendorong inovasi, dan laporan dari LinkedIn menyatakan bahwa 66% pemimpin perusahaan menolak untuk merekrut tenaga kerja yang tidak memiliki keterampilan ini.

Keahlian dalam AI kini tidak hanya menjadi pilihan, tetapi menjadi kebutuhan mendesak di banyak sektor.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat

Analisis Laporan LinkedIn dan Metodologi

Laporan LinkedIn meneliti penggunaan profil pengguna untuk mengevaluasi konsentrasi keterampilan AI secara global.

Metodologi ini mencakup berbagai keterampilan seperti machine learning dan natural language processing, serta alat-alat AI canggih seperti ChatGPT dan GitHub Copilot.

Walaupun Israel memiliki populasi yang jauh lebih kecil dibanding negara-negara raksasa, hasil menunjukkan adanya ekosistem yang kaya untuk perkembangan talenta AI.

Peringkat Global dan Tren Berkembang

Sebagai tambahan, Singapura menempati urutan kedua dengan 1,64% dan Luksemburg di posisi ketiga dengan 1,44% dari total talenta AI global.

Chua Pei Ying, Kepala Ekonom LinkedIn wilayah APAC, menyatakan bahwa 'negara kecil seperti Israel, Singapura, dan Luksemburg memiliki kultur pembelajaran yang kuat, yang mendukung pertumbuhan talenta AI'.

Menariknya, China dan AS tidak termasuk dalam sepuluh besar, hal ini mungkin disebabkan oleh kebijakan penyensoran ketat di China yang menghalangi akses ke platform profesional seperti LinkedIn.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Dominasinya Israel dalam Talenta Kecerdasan Buatan Global

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!