BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 02 SEPTEMBER 2025 • 03:53 WIB

Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus

Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar KampusGenerated by Journalist AI

youngthink.id – Kerusuhan pecah di kawasan Tamansari, Bandung, pada malam 1 September 2025, berujung pada penembakan gas air mata oleh aparat kepolisian. Peristiwa ini berdampak hingga area kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas).

Rektor Unisba, Prof A Harits Nu’man, menjelaskan bahwa kerusuhan dipicu oleh sekelompok massa yang memblokade jalan di sekitar kampus. Situasi ini semakin diperparah dengan hadirnya kritik dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung.

Detail Kerusuhan dan Reaksi Rektor

Kerusuhan mulai terjadi setelah demonstrasi yang berlangsung siang hari berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Rektor Universitas Islam Bandung, Prof Harits, melaporkan bahwa korban mulai berdatangan ke posko kesehatan segera setelah itu.

“Proses penanganan korban berakhir pada jam 20.30, sampai jam 21.00 WIB masih ada korban yang napasnya sesak dan lemas sudah selesai kita bantu,” ungkap Harits dalam konferensi pers di Unisba. Keadaan darurat ini menunjukkan bahwa situasi di lapangan memang sudah sangat kritis.

Ia melanjutkan bahwa kerusuhan baru mulai masif pada pukul 21.30 WIB yang mengakibatkan kekacauan di sekitar kampus. Hal ini sangat meresahkan banyak pihak dan mengindikasikan perlunya perhatian pemerintah dan aparat dalam menangani situasi darurat itu.

Kronologi Kejadian

Menurut penjelasan Rektor Harits, massa yang sebelumnya berdemonstrasi di DPRD mengalihkan arah ke kampus. Hal ini menyebabkan kerusuhan yang tidak terduga dan memicu tindakan dari aparat kepolisian.

“Gerombolan itu menjadi pemicu sebetulnya, dan sweeping dilakukan oleh aparat kepolisian,” kata Harits. Massa yang memblokade akses lalu lintas menambah kepadatan dan ketegangan di area tersebut.

Pihak kepolisian kemudian mengambil tindakan yang dianggap perlu. “Ini adalah jalan publik, jadi pihak kepolisian berhak mengambil tindakan yang tepat,” lanjut Harits, menunjukkan sikap tegas terhadap situasi tersebut.

Penanganan Korban oleh Pihak Kampus

Rosid, salah satu petugas keamanan dari Unpas, melaporkan bahwa lebih dari 100 orang mencari perlindungan di kampus. Dari jumlah tersebut, 12 di antaranya pingsan akibat kepanikan yang terjadi.

“Ini jadi titik kumpul, bukan mahasiswa Unpas saja yang ke Gasibu dari sini. Jadi tujuannya kemarin Gedung DPRD,” jelas Rosid dalam penjelasannya mengenai kondisi di lapangan. Tim pengurus kampus segera mengambil langkah-langkah untuk menangani para korban.

Insiden ini bukan hanya melibatkan Unisba, tetapi juga berbagai universitas lain di Bandung, menunjukkan dampak luas dari kerusuhan tersebut terhadap komunitas akademis di kota ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!