Rabu, 04 MARET 2026 • 14:27 WIB

Honda Menghentikan Produksi City Hatchback di Tanah Air

Author

Honda Menghentikan Produksi City Hatchback di Tanah Air

PT Honda Prospect Motor (HPM) telah mengumumkan penghentian produksi Honda City Hatchback di Indonesia, menandakan akhir dari salah satu model populer ini di pasar lokal.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat

Keputusan ini diambil menyusul penurunan permintaan yang signifikan untuk segmen hatchback dalam beberapa waktu terakhir.

Alasan Penghentian Produksi

Sales & Marketing and After Sales Director HPM, Yusak Billy, menyatakan bahwa rendahnya permintaan menjadi faktor utama dalam keputusan ini. 'City Hatchback itu kita sudah stop produksinya, tapi penjualan masih ada karena demand-nya memang hatchback sekarang kurang,' ungkapnya.

Meskipun jalur produksi resmi dihentikan, konsumen masih dapat menemukan stok unit City Hatchback di dealer. Billy menekankan bahwa langkah ini tidak mengindikasikan penutupan permanen terhadap model tersebut.

Statistik Produksi dan Distribusi

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan produksi terakhir City Hatchback dilakukan pada Maret 2025 dengan total produksi sebanyak 120 unit. Distribusi ke dealer tercatat terakhir pada Juli 2025 dengan 66 unit.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil

Sepanjang tahun 2025, total wholesales mencapai 456 unit, sedangkan total produksi hanya 400 unit. Perubahan ini menunjukkan preferensi konsumen yang kini beralih ke model sport utility vehicle (SUV).

'Sekali lagi jangan bicara diskontinu total ya. Kita lihat perkembangan market seperti apa,' kata Billy menanggapi situasi ini.

Menghadapi Perubahan Pasar

Dengan tidak adanya Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) untuk tahun 2026, masa depan City Hatchback kini tergantung pada dinamika permintaan. Perpindahan minat dari hatchback menuju SUV sangat terasa di tengah masyarakat.

Yusak Billy menggarisbawahi bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi pasar yang ada. Perubahan gaya hidup dan kebutuhan masyarakat menjadi faktor kunci dalam perkembangan produk di masa yang akan datang.

Tantangan bagi perusahaan otomotif kini adalah beradaptasi terhadap perubahan selera konsumen, dan menyesuaikan strategi agar tetap relevan di pasar yang terus bertransformasi.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU