Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 16:49 WIB

Mazda Memperkenalkan Inovasi Ramah Lingkungan Menuju 2035

Author

Mazda Memperkenalkan Inovasi Ramah Lingkungan Menuju 2035

Mazda baru saja meluncurkan pendekatan inovatif yang mengombinasikan teknologi ramah lingkungan dengan pengalaman berkendara berkelanjutan, menegaskan komitmennya untuk menuju tahun 2035.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol

Pendekatan ini memperkenalkan bahan bakar karbon netral berbasis mikroalga dan teknologi penangkap karbon pada kendaraan, menjadi sorotan utama strategi perusahaan.

Pengembangan Bahan Bakar Karbon Netral

Mazda sedang mengembangkan bahan bakar karbon-netral yang terbuat dari mikroalga yang mampu menyerap CO₂ selama proses pertumbuhannya. Dengan cara ini, emisi yang keluar saat pembakaran tidak akan meningkatkan konsentrasi CO₂ di atmosfer.

Selain itu, sisa produksi dari ekstraksi bahan bakar ini juga dapat dimanfaatkan sebagai produk pangan sehat dan pupuk organik, mendukung sistem sirkular yang berkelanjutan. Pendekatan ini mencerminkan upaya Mazda dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS

Inovasi Penangkal Karbon pada Kendaraan

Sebagai bagian dari komitmen ramah lingkungan, Mazda mengenalkan teknologi Mazda Mobile Carbon Capture. Teknologi ini memiliki kemampuan untuk menyerap emisi CO₂ dari gas buang kendaraan, dan bertujuan untuk menciptakan mobilitas yang lebih bersih.

Dengan menggabungkan bahan bakar karbon-netral dan perangkat penangkap CO₂, Mazda menargetkan mobilitas yang semakin banyak dikendarai, semakin banyak CO₂ yang dapat dikurangi. Inisiatif ini menunjukkan langkah maju dalam industri otomotif yang berkelanjutan.

Demonstrasi dalam Balapan Super Taikyu Series

Mazda mengumumkan bahwa teknologi penangkap karbon akan diuji coba pada kendaraan balap dalam Super Taikyu Series Round 7, yang akan berlangsung pada 15–16 November. Dalam acara ini, teknologi tersebut diterapkan pada mobil balap 'MAZDA SPIRIT RACING 3 Future Concept'.

Mobil balap ini memakai bahan bakar biodiesel HVO yang telah digunakan secara praktis di Eropa. Perangkat penangkap CO₂ memanfaatkan zeolit berstruktur berpori sebagai adsorben untuk menyerap emisi selama perlombaan.

Mazda berencana untuk melanjutkan pengujian di musim depan dengan tujuan meningkatkan efektivitas pemulihan CO₂. Data dan temuan yang diperoleh dari setiap sesi pengujian akan menjadi acuan untuk pengembangan lebih lanjut.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU