Honda Vario 125 Terbaru: Inovasi Sasis dengan Keunggulan Performa
Honda terus berinovasi dengan meluncurkan model terbaru dari Vario 125 yang mengedepankan keunggulan sasis pipe frame.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz
Keputusan ini diambil setelah Honda menghadapi berbagai masalah pada sasis eSAF pada model sebelumnya.
Model facelift Honda Vario 125 tetap memakai sasis pipe frame yang menjadi ciri khas motor ini. Hikaru Yokomura, Vario 125 Large Project Leader dari Honda R&D Southeast Asia Co., Ltd, menjelaskan bahwa pilihan ini disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari mesin Vario 125.
Hikaru menegaskan, "Frame yang digunakan bukan eSAF, kami menggunakan pipe frame. Kenapa kami menggunakan pipe frame karena disesuaikan dengan kebutuhan engine, satu paket." Keputusan ini mencerminkan fokus Honda untuk mengoptimalkan performa melalui kekuatan dan efisiensi.
Meskipun tidak mengadopsi sasis eSAF, Honda tetap melakukan perbaikan pada beberapa bagian dengan tujuan mengurangi bobot. Dalam hal ini, total bobot Vario 125 kini berkurang 300 gram, yang diharapkan mampu meningkatkan pengalaman berkendara.
Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Dari segi dapur pacu, Honda Vario 125 masih membawa mesin berkapasitas 125 cc yang dilengkapi dengan sistem pendingin cairan dan teknologi eSP. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 11,1 PS pada 8.500 rpm dan torsi sebesar 10,8 Nm pada 5.000 rpm.
Klaim yang disampaikan Honda mengenai konsumsi bahan bakar menunjukkan efisiensi yang menarik, dengan angka mencapai 51,7 km per liter. Ini menjadikan Vario 125 salah satu model skutik dengan efisiensi terbaik di kelasnya.
Hikaru kembali menekankan, "Kalau dilihat satu unit berat motornya dibandingkan dengan yang sekarang, itu secara total ada penurunan 300 gram." Penurunan bobot ini bukan hanya berkaitan dengan performa, tetapi juga meningkatkan kenyamanan saat berkendara.
Sebelumnya, penggunaan rangka eSAF di model lain menimbulkan perhatian khusus, terutama terkait masalah karat dan patah. Menghadapi isu-isu ini, Honda menjadi lebih berhati-hati dalam mendesain produk terbarunya.
Komitmen tim riset Honda untuk menghadirkan produk yang memenuhi harapan konsumen tetap tinggi. Meskipun tantangan ada, Honda berusaha mengatasi semua kritik dan masukan dari pengguna dengan pendekatan yang lebih inovatif.
Keputusan untuk tidak menggunakan rangka eSAF pada Vario 125 mencerminkan upaya Honda untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan ekspektasi pasar yang semakin beragam.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: