Kamis, 22 JANUARI 2026 • 16:49 WIB

Panggilan Pertama untuk Dokter Detektif dalam Kasus Pencemaran Nama Baik

Author

Panggilan Pertama untuk Dokter Detektif dalam Kasus Pencemaran Nama Baik

Polres Metro Jakarta Selatan telah memanggil dr Samira Farahnaz, dikenal sebagai Dokter Detektif, sebagai tersangka dalam dugaan kasus pencemaran nama baik oleh dr Richard Lee.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian

Hingga saat ini, Doktif belum hadir dalam panggilan tersebut, meskipun ini adalah langkah lanjutan setelah penetapan status tersangka pada Desember 2025.

Latar Belakang Kasus

Perseteruan antara dr Richard Lee dan dr Samira Farahnaz menjadi penyebab utama dari kasus pencemaran nama baik ini, di mana keduanya kini berstatus tersangka.

Doktif ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya pada 12 Desember 2025, setelah dr Richard Lee mengajukan laporan resmi terkait dugaan pencemaran nama baik.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/779/III/2025/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya yang dikeluarkan pada tanggal 6 Maret 2025.

Dalam laporannya, Richard Lee menuduh Doktif telah menyebarkan informasi palsu bahwa ia beroperasi secara ilegal di salah satu kliniknya.

Proses Penyidikan dan Pemanggilan

Kompol Dwi Manggala Yuda, Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, mengungkapkan bahwa proses penyidikan telah dilanjutkan ke tahap yang lebih serius.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi

Sebanyak 22 saksi telah diperiksa untuk menguatkan bukti terkait dugaan pencemaran nama baik ini.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, menegaskan bahwa Doktif seharusnya hadir pada pemeriksaan hari ini, namun hingga sore tidak ada konfirmasi dari kuasa hukumnya.

Pemanggilan ini menjadi langkah pertama setelah pembentukan status tersangka bagi Doktif, yang tetap belum menyanggupi panggilan tersebut.

Dampak dan Reaksi Publik

Kasus pencemaran nama baik ini telah menarik perhatian luas, khususnya di kalangan profesional di bidang kesehatan.

Reputasi berperan besar dalam persepsi masyarakat terhadap kedua dokter, yang dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap integritas dunia medis.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk melanjutkan penyidikan secara objektif dan transparan, demi mengungkap fakta dari kasus ini.

Sikap antara kedua pihak selanjutnya akan berpengaruh terhadap bagaimana masyarakat melihat kredibilitas dan profesionalisme mereka.

Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU