Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 20:07 WIB

Minuman Energi dan Risiko Kesehatan: Sebuah Peringatan

Author

Minuman Energi dan Risiko Kesehatan: Sebuah Peringatan

Minuman energi telah lama dikenal sebagai solusi instan untuk meningkatkan tenaga, tetapi kini terbongkar adanya risiko serius di baliknya. Studi kasus dari Inggris melaporkan seorang pria sehat mengalami stroke setelah mengonsumsi delapan kaleng energy drink setiap hari.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan

Laporan dari BMJ Case Reports menekankan bahayanya konsumsi berlebihan, walaupun banyak orang tanpa faktor risiko bahkan tidak menyadari potensi bahayanya. Temuan ini memicu kekhawatiran yang mendalam tentang keselamatan minuman energi dalam kehidupan sehari-hari.

Kasus Stroke Terkait Konsumsi Energy Drink

Sebuah laporan medis mengungkapkan kejadian tragis pada seorang pria berusia sekitar 50 tahun yang tiba-tiba kolaps setelah teratur mengonsumsi energy drink dalam jumlah yang mencengangkan. Meskipun riwayat kesehatan pria tersebut tidak menunjukkan penyakit serius sebelumnya, konsumsi berlebihan ini mengejutkan banyak pihak.

Pria tersebut diketahui mengonsumsi delapan kaleng energy drink per hari. Dengan kadar kafein mencapai lebih dari 1.200 mg, angkanya jauh melebihi batas aman yang direkomendasikan untuk orang dewasa.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi

Dampak Kafein pada Kesehatan

Kelebihan kafein dalam tubuh pria tersebut menyebabkan lonjakan tekanan darah yang ekstrem, mencapai angka 254/150 mmHg. Kondisi ini berkontribusi pada terjadinya stroke yang mempengaruhi thalamus, bagian otak yang penting untuk mengatur gerakan dan sensasi.

Akibatnya, pria tersebut mengalami kehilangan keseimbangan, mati rasa, serta kesulitan dalam berbicara dan berjalan. Meskipun diobati, masalah tersebut tidak kunjung mereda, dan tekanan darahnya kembali naik setelah beberapa hari.

Regulasi Konsumsi Energy Drink yang Diperlukan

Temuan dari kasus ini menunjukkan bahwa konsumsi energy drink dengan kadar kafein dan gula yang tinggi dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah serta meningkatkan risiko penggumpalan. Hasil CT angiogram jelas menunjukkan adanya spasme pada pembuluh darah, memperkuat dugaan gangguan vasokonstriksi serebral sebagai pemicu stroke.

Melihat tren peningkatan konsumsi energy drink, para ahli memperingatkan akan pentingnya pengawasan kesehatan terkait. Penelitian ini mendorong perlunya regulasi yang lebih ketat terhadap penjualan dan promosi energy drinks, terutama untuk anak muda yang lebih rentan.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU