Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 15:26 WIB

Konsumsi Espresso dan Risiko Kenaikan Kadar Kolesterol: Apa Kata Penelitian?

Author

Konsumsi Espresso dan Risiko Kenaikan Kadar Kolesterol: Apa Kata Penelitian?

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Open Heart mengungkapkan hubungan antara konsumsi espresso dan peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh. Penelitian ini melibatkan lebih dari 20 ribu partisipan berusia di atas 40 tahun, dan menunjukkan efek signifikan pada pria.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan

Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami dampak konsumsi kopi, terutama espresso, terhadap kesehatan jantung. Semakin banyak cangkir yang dikonsumsi, terutama untuk espresso, semakin tinggi risiko kenaikan kolesterol total.

Studi Mengenai Kadar Kolesterol

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Norwegia berfokus pada hubungan antara konsumsi espresso dan kadar kolesterol dalam tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi 3 hingga 5 cangkir espresso per hari mengalami peningkatan kadar kolesterol total yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi espresso.

Observasi ini menegaskan isu penting terkait gaya hidup dan pilihan konsumsi minuman berkafein. Peneliti mencatat, "Kami menemukan adanya efek yang substansial terhadap kadar kolesterol total di antara peminum espresso, terutama pada pria," menjadikan ini perhatian serius dalam konteks kesehatan jantung.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa

Pengaruh Jenis Kopi Lainnya

Tidak hanya espresso, penelitian ini juga menemukan bahwa konsumsi enam cangkir atau lebih kopi rebus atau kopi plunger dapat berkaitan dengan peningkatan kolesterol total, berlaku untuk kedua jenis kelamin. Menariknya, kopi yang disaring hanya meningkatkan kadar kolesterol pada wanita, menunjukkan bahwa cara penyajian kopi mempengaruhi hasil kesehatan.

Menurut peneliti, ini menunjukkan bahwa konsumsi kopi tidak semata-mata bergantung pada jenis kopi, tetapi juga pada metode penyajian. "Cara kita menyajikan kopi bisa mempengaruhi komposisi dan dampaknya terhadap kesehatan," ujar mereka.

Pentingnya Moderasi Dalam Konsumsi Kopi

Walaupun kopi tidak mengandung kolesterol, senyawa seperti cafestol dan kahweol dapat berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL). Hal ini menjadi perhatian bagi konsumen kopi, khususnya bagi mereka dengan risiko penyakit jantung.

Ahli diet kardiologi Michelle Routhenstein menyarankan, "Sebisa mungkin, batasi konsumsi espresso tidak lebih dari dua cangkir per hari untuk menjaga kadar kolesterol tetap terkendali." Ini menunjukkan bahwa pemilihan dan moderasi dalam konsumsi kopi sangat penting dalam menjaga kesehatan jantung.

Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU