Rabu, 12 NOVEMBER 2025 • 14:43 WIB

Merayakan Hari Ayah Nasional: Makna dan Sejarah di Balik Google Doodle

Author

Merayakan Hari Ayah Nasional: Makna dan Sejarah di Balik Google Doodle

Rabu, 12 November 2025, Google Doodle memperingati Hari Ayah Nasional dengan ilustrasi yang menggugah hati masyarakat.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan

Karya seni ini mencerminkan kasih sayang dan perlindungan seorang ayah terhadap anak-anaknya.

Makna di Balik Google Doodle Hari Ayah Nasional 2025

Google Doodle tahun ini hadir dengan desain visual yang sederhana namun sangat bermakna. Ilustrasi menampilkan huruf 'G' yang diubah menjadi pohon besar, sementara huruf-huruf lainnya digambarkan sebagai pohon kecil di bawahnya.

Robust warna hijau lembut dan latar langit biru menciptakan suasana damai, menandakan peran ayah sebagai pelindung dan sosok penuh kasih dalam keluarga. Ini menggambarkan harapan agar setiap anak merasakan cinta dan perlindungan dari ayah mereka.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi

Sejarah Penetapan Hari Ayah Nasional

Penetapan Hari Ayah Nasional di Indonesia berawal dari inisiatif Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) setelah selesainya perayaan Hari Ibu pada 22 Desember 2014. Tingginya antusiasme masyarakat atas acara tersebut mendorong banyak orang bertanya, 'Kapan diadakan sayembara menulis surat untuk ayah?'

Konsultasi dan diskusi panjang di DPRD Kota Surakarta menghasilkan keputusan untuk menetapkan tanggal 12 November sebagai Hari Ayah Nasional. Sebuah langkah signifikan yang menunjukkan pengakuan terhadap peran ayah dalam keluarga.

Deklarasi dan Kegiatan Peringatan Hari Ayah Nasional

Deklarasi Hari Ayah Nasional diadakan tahun 2016 di Solo, berlangsung dengan acara kekeluargaan yang melibatkan pemberian hadiah untuk para ayah. PPIP menegaskan bahwa ayah berhak mendapatkan penghargaan setara dengan ibu sebagai tulang punggung keluarga.

Sejumlah kegiatan lainnya pun dilakukan, di mana anak-anak mengirim surat kepada ayah mereka. Dari 100 surat terpilih, sebuah buku berjudul ‘Kenangan untuk Ayah’ diluncurkan dan secara simbolis diserahkan kepada presiden dan bupati dari berbagai wilayah di Indonesia, menandai pengakuan formal perayaan ini.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU