Penjelasan Kementerian ESDM Soal Isu Pasokan Batu Bara ke PLTU
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memberikan penjelasan mengenai kekurangan pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Hal ini terjadi seiring dengan rencana pemerintah memotong kuota produksi batu bara yang berpengaruh pada ketersediaan energi di tanah air.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat
Yuliot menegaskan bahwa pasokan batu bara seharusnya masih dapat memenuhi kebutuhan PLTU di Indonesia. Kementerian ESDM sudah berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan kebutuhan pasokan energi primer ini tercukupi.
Yuliot Tanjung menekankan bahwa pasokan batu bara untuk PLTU di Indonesia diperkirakan cukup. Ia menyebutkan bahwa kewajiban penjualan batu bara untuk pasar domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) pada tahun 2026 akan meningkat menjadi 30% dari total produksi.
Kementerian ESDM bersama PLN sudah memetakan kebutuhan batu bara di PLTU yang membutuhkan dukungan dalam pasokan ini. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelangsungan operasional pembangkit.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan
Menurut Yuliot, tantangan utama yang dihadapi adalah pengiriman batu bara dari lokasi tambang ke PLTU. Proses pemesanan batu bara dari tambang perlu dilakukan secara tepat waktu untuk menghindari kendala dalam distribusi.
Ia juga menekankan pentingnya setiap pembangkit memiliki cadangan bahan bakar primer setidaknya selama 20 hari. Koordinasi yang baik dalam sistem pemesanan menjadi kunci untuk mencegah keterlambatan yang bisa mengganggu operasional.
Yuliot menyoroti perhatian Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terhadap stabilitas pasokan energi primer. Hal ini karena setiap gangguan pada pasokan energi ini akan berdampak pada pasokan listrik secara keseluruhan.
Selain batu bara, ketersediaan LNG juga menjadi fokus penting, termasuk pasokan gas yang digunakan melalui pipa. Kementerian ESDM berkomitmen untuk memastikan semua lini pasokan energi berjalan dengan baik.
Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: