BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 30 JANUARI 2026 • 15:21 WIB

Gubernur DKI Jakarta Usulkan Penghentian Sementara Fasilitas RDF Rorotan

Gubernur DKI Jakarta Usulkan Penghentian Sementara Fasilitas RDF RorotanGubernur DKI Jakarta Usulkan Penghentian Sementara Fasilitas RDF Rorotan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusulkan penghentian sementara operasional fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan. Langkah ini diambil setelah banyaknya protes dari warga terkait bau menyengat yang diduga berasal dari pengolahan dan pengangkutan sampah.

Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Pramono menyatakan bahwa akar masalahnya bukan ada pada proses pengolahan, melainkan pada sistem pengangkutan yang berkontribusi terhadap bau yang tidak sedap. Ia berharap keputusan ini dapat mengatasi keluhan masyarakat yang semakin meruap.

Protes Masyarakat Terkait Bau

Warga Rorotan telah melayangkan keluhan akibat bau menyengat yang dihasilkan dari fasilitas RDF, yang mulai berdampak pada kesehatan fisik dan mental mereka. Keluhan ini semakin mendesak untuk ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Pramono Anung menjelaskan, relevansi masalah ini sangat serius, hingga dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan, "Kalau ada biaya, sebenarnya pemerintah DKI Jakarta bisa bertanggung jawab" untuk biaya pengobatan warga yang terganggu.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi

Masalah pada Proses Transportasi

Menurut gubernur, bau yang dikeluhkan salah satunya disebabkan oleh air lindi yang jatuh saat proses pengangkutan sampah. Air lindi ini, yang menetes dari armada pengangkut yang sudah tua, turut menyumbang pencemaran bau di sekitar area.

Selama ini, fasilitas RDF Rorotan dapat beroperasi antara 200 hingga 500 ton per hari tanpa gangguan signifikan. Namun, keluhan mulai timbul saat sampah diangkut, menunjukkan betapa pentingnya aspek transportasi dalam pengelolaan limbah.

Langkah Pemprov DKI Jakarta

Pramono Anung menyatakan bahwa untuk mengatasi masalah transportasi, Pemprov DKI Jakarta berencana membeli armada pengangkut sampah baru pada tahun 2025. Ia juga memberikan larangan untuk penggunaan kendaraan lama yang sudah tidak layak pakai, dengan tujuan mengurangi masalah bau.

Di tengah protes masyarakat, Pramono menegaskan bahwa menutup RDF Rorotan secara permanen bukanlah solusi yang feasible, mengingat besarnya investasi yang telah ditanamkan dalam fasilitas ini. Ia menunjukkan komitmen untuk mendengarkan aspirasi rakyat dan mencari solusi yang seimbang.

Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Gubernur DKI Jakarta Usulkan Penghentian Sementara Fasilitas RDF Rorotan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!