BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 02 DESEMBER 2025 • 19:56 WIB

Delapan Perusahaan Diduga Perparah Banjir Sumatra Utara

Delapan Perusahaan Diduga Perparah Banjir Sumatra UtaraDelapan Perusahaan Diduga Perparah Banjir Sumatra Utara

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan bahwa ada delapan perusahaan yang diduga memperburuk kondisi banjir di Sumatra Utara. Perusahaan-perusahaan ini beroperasi di sektor tanaman industri, tambang emas, dan perkebunan sawit di sekitar daerah aliran sungai Batang Toru.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dalam konferensi pers di Tapanuli Selatan, Hanif menekankan pentingnya pengawasan aktivitas industri di daerah tersebut. Ia menjelaskan bahwa kerusakan lingkungan dapat langsung berdampak pada risiko bencana alam bagi masyarakat lokal.

Identifikasi Perusahaan Terlibat

Dalam pernyataannya pada tanggal 2 Desember, Hanif menunjukkan bahwa aktivitas perusahaan-perusahaan sekitar Tapanuli Selatan berpotensi merusak hutan dan mengganggu aliran air. "Batang Toru ini memang DAS jadi kotanya Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah ini ada di sisi lembahnya," ujarnya.

Hanif juga menyebutkan bahwa dengan kondisi curam di sekitar daerah tersebut, aktivitas industri dapat memperburuk situasi. "Kemudian dia curam, sementara di curamnya itu ada aktivitas, saya mencatat ada delapan entitas," lanjutnya.

Kondisi lingkungan yang kritis di wilayah itu memerlukan penanganan yang lebih serius guna meminimalisir dampak bencana di masa mendatang.

Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus

Panggilan untuk Pertanggungjawaban

Hanif menyatakan bahwa Deputi Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup telah mengirimkan panggilan kepada delapan perusahaan tersebut. Proses klarifikasi ini penting untuk menjelaskan dugaan keterlibatan mereka dalam permasalahan banjir.

Pada tanggal 8 Desember, pertemuan diharapkan menghasilkan penjelasan mengenai asal-usul kayu-kayu yang terdampar saat hujan deras. "Kami minta mereka menjelaskan semua persoalannya termasuk menghadirkan citra satelit resolusi sangat tinggi pada saat kejadian supaya bisa membuktikan ini kayu itu dari mana asalnya," ujar Hanif.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan kejelasan serta kepastian bagi masyarakat yang terdampak bencana ini.

Dampak Bencana dan Permintaan Maaf

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengingatkan bahwa pertanggungjawaban dari pelaku industri sangat penting. Hanif menyatakan pentingnya pencegahan kerusakan lebih lanjut agar tidak berulang di masa depan.

Dalam pernyataannya, Hanif juga menyatakan penyesalan atas ketidakmampuan mendeteksi potensi bencana lebih awal. "Bukan berarti kita tidak sedang berbela sungkawa, kami sangat berduka," tegasnya.

Ia juga mencermati bahwa perubahan iklim dan aktivitas manusia berkontribusi pada peningkatan risiko bencana ini, menambahkan bahwa tantangan ini menjadi sorotan bagi pemerintah daerah.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Delapan Perusahaan Diduga Perparah Banjir Sumatra Utara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!