Mengungkap Proses Magis Dilan ITB 1997 dalam Dokumenter KlikFilm
KlikFilm memperkenalkan program baru, "Di Balik Layar Dilan ITB 1997", yang menjanjikan pengalaman unik di balik proses syuting film ikonis tersebut.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Produksi ini tidak hanya menyoroti momen kunci, tetapi juga menjalin keterikatan emosional dengan karakter-karakter di dalamnya.
Program ini menampilkan lebih dari sekadar adegan penting, memberi gambaran intim tentang interaksi antara pemain.
Kedekatan emosional antar karakter ditunjukkan dengan momen-momen ringan dan tawa saat pengambilan gambar, membuat penonton merasakan kedalaman dari setiap karakter.
Nazril Irham sebagai Dilan dan Niken Anjani sebagai Ancika terlihat sangat natural, menciptakan pengalaman menonton yang mengesankan.
Frederica, direktur KlikFilm, mencatat bahwa ini adalah cara untuk membawa penonton lebih dekat dengan film: "Kami ingin penonton tidak hanya menikmati filmnya, tetapi juga jatuh cinta pada proses di baliknya."
Dokumenter ini menawarkan wawancara eksklusif dengan orang-orang terdekat Ariel, termasuk putrinya Alleia Anata dan sahabatnya Gading Marten.
Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi
Komentar dari mereka memberikan perspektif yang jarang terlihat, menambah kedalaman karakter Dilan yang diperankan oleh Ariel.
Ini membawakan nuansa yang lebih luas kepada penonton, membuat mereka lebih empatik terhadap sosok Dilan.
Dengan elemen ini, program ini berbeda dari konten di balik layar lainnya yang biasanya hanya menyajikan cuplikan biasa.
Dokumenter "Di Balik Layar Dilan ITB 1997" dijadwalkan tayang eksklusif di KlikFilm pada 30 April 2026, bersamaan dengan penayangan filmnya di bioskop.
Antusiasme para penggemar semakin meningkat dengan informasi ini, menambah rasa penasaran tentang bagaimana kisah Dilan dan Ancika dibuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: