Kasus campak di Indonesia mengalami lonjakan signifikan dengan 10.453 suspek dan 8.372 kasus terkonfirmasi hingga pekan kedelapan tahun 2026.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa kekebalan kelompok sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini yang dapat menular ke banyak orang.
Tingginya Risiko Penularan Campak
Risiko penularan campak sangat tinggi, terutama bagi mereka yang belum divaksinasi. Peneliti dari Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Aisyah Amanda Hanif, menjelaskan bahwa campak adalah salah satu penyakit paling menular di dunia.
Sekitar 90% orang yang tidak memiliki kekebalan terhadap virus campak berpotensi tertular jika terpapar. Hal ini menjadikan tingkat cakupan vaksinasi krusial dalam mencegah penyebaran penyakit.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Komplikasi Serius Akibat Campak
Campak tidak bisa dianggap ringan; virus ini menyebar melalui udara dan dapat mengakibatkan komplikasi serius. Terutama pada bayi dan anak-anak dengan gizi buruk, komplikasi umum termasuk radang paru-paru dan radang otak.
dr Aisyah menegaskan bahwa infeksi campak dapat menurunkan sistem imun dan meningkatkan risiko terkena infeksi sekunder yang lebih serius. Penyebaran campak berpotensi jadi ancaman besar bagi kesehatan masyarakat.
Vaksinasi Sebagai Langkah Pencegahan Utama
Vaksinasi merupakan langkah perlindungan paling efektif terhadap campak. Vaksin ini menggunakan virus hidup yang telah dilemahkan dan memiliki efektivitas lebih dari 95% setelah dua dosis.
Program imunisasi kejar juga disediakan bagi anak yang terlambat mendapat vaksin. Masyarakat diimbau untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi campak lengkap guna mencegah penyebaran penyakit dalam komunitas.
Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: