Kecerdasan buatan (AI) semakin merambah ke area militer dengan laporan bahwa militer Amerika Serikat menggunakannya dalam operasi di Iran.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana
Penggunaan teknologi ini memunculkan kekhawatiran terkait dampak yang ditimbulkan di medan perang.
Peran Kecerdasan Buatan dalam Operasi Militer
Militer Amerika Serikat dilaporkan menggunakan sistem kecerdasan buatan, termasuk model Claude dari Anthropic, dalam berbagai misi. Selain untuk pengumpulan dan analisis data, AI juga berperan dalam menentukan target serangan.
Craig Jones, seorang ahli geografi politik, menekankan bahwa 'AI mengubah sifat peperangan modern di abad ke-21'. Hal ini menunjukkan potensi dampak besar yang dimiliki AI dalam operasi militer saat ini dan di masa depan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Instruksi untuk Mengintegrasikan AI Secara Besar-Besaran
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, baru-baru ini mengeluarkan memo untuk mempercepat adopsi AI dalam militer. Dalam memo tersebut, ia menginstruksikan, 'Saya menginstruksikan Departemen Perang mempercepat Dominasi AI Militer Amerika dengan menjadi kekuatan tempur yang mengutamakan AI di semua komponen, dari garis depan hingga belakang.'
Instuksinya mencerminkan komitmen militer AS yang semakin agresif terhadap teknologi ini, sementara di sisi lain, ada ketegangan antara Anthropic dan pemerintah terkait penggunaannya dalam konteks perang.
Risiko dan Tantangan Kecerdasan Buatan di Medan Perang
Meskipun pemanfaatan AI semakin luas, para ahli tetap memperingatkan tentang risiko yang ada. David Leslie, profesor di Queen Mary University of London, menjelaskan, 'Kita belum berada di era Terminator.'
Meskipun AI dapat membantu dalam pengambilan keputusan, tantangan besar muncul terkait efektivitas pengawasan manusia terhadap keputusan yang diambil oleh sistem ini. Jones menegaskan, 'Secara teknis, manusia memang ada. Namun, itu tidak berarti mereka cukup terlibat untuk memiliki kekuatan pengambilan keputusan efektif.'
Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: