Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir tegas menekankan komitmennya untuk mengawal kasus kekerasan fisik dan pelecehan seksual di Pelatnas cabang olahraga panjat tebing hingga tuntas.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Erick juga menyoroti pentingnya memberikan perlindungan bagi atlet yang berani melapor, dengan menyatakan bahwa tidak ada tempat bagi kekerasan dalam dunia olahraga Indonesia.
Pernyataan Tegas Menpora
Dalam siaran pers di Jakarta, Erick Thohir menyebutkan, 'Keselamatan, martabat, dan masa depan atlet adalah prioritas utama.' Pernyataan ini menjadi landasan untuk menegaskan bahwa kekerasan seksual tidak mendapatkan tempat dalam dunia olahraga Indonesia.
Menpora juga menekankan prinsip 'zero tolerance' sebagai respons pemerintah terhadap segala bentuk pelecehan dan kekerasan, yang menciptakan langkah tegas dalam menghadapi isu krusial ini.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Politisi NasDem: Polisi Semakin Intensif Melakukan Penyelidikan
Jumlah Korban yang Meningkat
Data terbaru dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menunjukkan peningkatan jumlah atlet yang melapor sebagai korban menjadi sepuluh orang, meningkat dari sebelumnya delapan orang.
Laporan baru tersebut terdiri dari lima atlet putra dan lima atlet putri, yang semakin mempertegas urgensi penanganan serius terhadap kasus kekerasan dalam olahraga.
Perlindungan dan Pendampingan untuk Atlet
Erick garansikan dukungan penuh dari negara bagi atlet yang melapor, dengan menjamin kerahasiaan identitas mereka serta perlindungan dari intimidasi.
Ia juga menyatakan, 'Kami mendorong agar pendampingan hukum dan psikologis jangka panjang dapat diberikan untuk menjaga masa depan para korban,' sehingga mereka tidak merasa sendirian dalam menghadapi masalah ini.
Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: