Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi meninggalnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada Minggu (1/3/2026) setelah serangan yang diduga dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Kepergian Khamenei, yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade, memunculkan banyak pertanyaan mengenai stabilitas kawasan Timur Tengah.
Kronologi Serangan dan Meninggalnya Khamenei
Kematian Khamenei terjadi setelah serangkaian serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada hari Sabtu, menargetkan lokasi strategis di Iran, termasuk ibu kota Teheran.
Serangan ini membawa dampak serius, tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil, dengan laporan awal menunjukkan angka yang cukup signifikan.
Sehari sebelum pengumuman resmi, Presiden AS Donald Trump dan sejumlah media di Israel sudah mengklaim bahwa Khamenei telah meninggal, yang semakin memanaskan situasi yang sudah penuh ketidakpastian.
Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus
Sejarah dan Pengaruh Ali Khamenei
Ali Khamenei dilantik sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada tahun 1989 setelah menjabat sebagai presiden dari 1981 hingga 1989, menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh di Timur Tengah.
Di bawah kepemimpinan Khamenei, Iran mengadopsi kebijakan yang sangat protokol dan keras terhadap Barat, serta berfokus pada penguatan kekuatan militer dan politik di kawasan.
Kematian Khamenei dapat mengubah dinamika kekuasaan di dalam Iran, yang dikenal memiliki sistem politik yang kompleks dan terstruktur.
Tanggapan Internasional dan Dampak Geopolitik
Reaksi atas meninggalnya Khamenei datang dari berbagai negara, terutama sekutu-sekutu Amerika Serikat yang mengkhawatirkan potensi terjadinya kekacauan lebih lanjut di Timur Tengah.
Iran telah menegaskan bahwa mereka akan membalas agresi tersebut, mendorong serangan rudal balasan yang mengarah ke Israel dan target militer AS di wilayah sekitarnya.
Dalam konteks sejarah konflik antara Iran dan Barat, situasi ini berpotensi memicu eskalasi yang lebih besar dan memengaruhi stabilitas regional.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: