Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang mengevaluasi beberapa opsi untuk tindakan militer besar-besaran terhadap Iran jika jalur diplomatik gagal.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Rencana ini menargetkan penggulingan kepemimpinan Teheran, dengan berbagai target strategis yang telah diidentifikasi.
Pertemuan Strategis di Gedung Putih
Pembahasan rencana serangan terhadap Iran berlangsung dalam pertemuan tertutup di Ruang Situasi Gedung Putih pada Rabu, 18 Februari 2026.
Pertemuan ini dihadiri oleh pejabat senior, termasuk Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Direktur CIA John Ratcliffe.
Kompleksitas Target Iran
Di dalam pertemuan tersebut, Trump meminta penjelasan dari Jenderal Caine dan Ratcliffe mengenai taktik yang disarankan untuk menangani Iran.
Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus
Walaupun rencana serangan telah disusun, ada keraguan di kalangan pejabat tentang efektivitas pendekatan tersebut.
Jenderal Caine menyatakan bahwa Iran menjadi target yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan operasi militer sebelumnya, sehingga hanya mengandalkan serangan udara tampaknya tidak cukup.
Opsi Diplomatik yang Diperhitungkan
Di samping rencana militer, pemerintah AS juga sedang mempertimbangkan usulan dari Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, tentang kapasitas produksi bahan bakar nuklir oleh Iran.
Usulan ini mencakup izin untuk memproduksi bahan nuklir dalam jumlah kecil yang sebelumnya dilakukan di fasilitas di Teheran untuk keperluan medis.
Namun, masih terdapat ketidakpastian mengenai kesediaan Iran untuk mengurangi program nuklirnya yang telah ada selama bertahun-tahun.
Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: