Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 17:03 WIB

Tingginya Risiko Kesehatan di Jakarta: Sebagian Besar Warga Malas Bergerak

Author

Tingginya Risiko Kesehatan di Jakarta: Sebagian Besar Warga Malas Bergerak

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan data mencengangkan terkait gaya hidup warganya, seputar 93 persen di antaranya memiliki kebiasaan 'mager' atau malas bergerak.

Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024

Temuan ini diperoleh melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diadakan dari tahun 2025 hingga awal 2026, menunjukkan adanya perhatian serius terhadap kesehatan masyarakat.

Kondisi Kesehatan Warga Jakarta

Berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis, mayoritas warga berisiko terkena penyakit kardiovaskular, dengan obesitas sentral dan kurangnya aktivitas fisik sebagai faktor utama. Ani, seorang petugas program, menegaskan, 'Dari hasil pemeriksaan, temuan terbanyak berasal dari kelompok risiko penyakit kardiovaskular.'

Tidak hanya itu, 74 persen peserta mengalami kadar lemak darah tidak normal, atau dislipidemia, sedangkan 51 persen mengalami masalah kesehatan gigi. Situasi ini menunjukkan pentingnya upaya untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan di kalangan masyarakat.

Kondisi ini menandakan bahwa masyarakat harus lebih peduli dan proaktif dalam menjaga kesehatan, terutama dengan mengadopsi gaya hidup yang lebih aktif.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi

Langkah-Langkah Pemerintah DKI Jakarta

Menanggapi data mengejutkan ini, Dinas Kesehatan DKI Jakarta berkomitmen untuk memperkuat program promotif dan preventif. Rencana mereka termasuk memperluas edukasi dan meningkatkan skrining faktor risiko penyakit tidak menular melalui program CKG.

Dinas Kesehatan juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas fisik. Ini diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat kebiasaan 'mager' di masyarakat dan mendorong pola hidup yang lebih seimbang.

Program CKG tidak hanya fokus pada penyakit tidak menular tetapi juga pada deteksi dini penyakit menular, seperti tuberkulosis. Ini sangat penting untuk mengelola kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Statistik Peserta dan Target Program

Pada tahun 2025, sekitar 4.202.586 orang mengikuti program CKG, yang merepresentasikan sekitar 37,5 persen dari target peserta. Pada awal 2026, antara Januari hingga 11 Februari, jumlah partisipan mencapai 146.727 orang.

Kementerian Kesehatan menargetkan 130 juta warga mengikuti CKG pada tahun 2026, meningkatkan signifikan dibandingkan dengan target 70 juta orang pada tahun sebelumnya. Ini menunjukkan adanya motivasi untuk meningkatkan kesadaran kesehatan di seluruh nasional.

Layanan CKG juga tersebar dengan baik di Jakarta, tersedia di 44 puskesmas di enam wilayah kota, memungkinkan warganya untuk mendapatkan akses yang lebih baik terhadap pemeriksaan kesehatan.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU