Axel Dumas, CEO Hermes, baru saja mengungkapkan keterlibatannya dengan Jeffrey Epstein yang terjadi pada tahun 2013 di workshop Hermes. Pertemuan tersebut menjadi sorotan lantaran Epstein hadir tanpa undangan resmi.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat
Dumas menjelaskan bahwa Epstein bergabung dengan tamu yang diundang oleh Woody Allen, meskipun tidak terdaftar sebagai salah satu dari mereka. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai prosedur standar acara di Hermes.
Pertemuan Pertama di Workshop Hermes
Pertemuan antara Axel Dumas dan Jeffrey Epstein berlangsung pada bulan Maret 2013. Dumas mengungkapkan bahwa Epstein tiba tanpa undangan dan bergabung dalam grup tamu yang diundang oleh Woody Allen.
Ini terungkap dalam presentasi hasil keuangan tahunan Hermes pada 12 Februari 2026, di mana Dumas menekankan bahwa 'Dia tidak ada dalam daftar tamu'. Kejadian ini menunjukkan potensi pelanggaran prosedur standar acara Hermes.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan
Usaha Epstein untuk Bertemu Kembali
Setelah pertemuan itu, Jeffrey Epstein berusaha untuk mengatur pertemuan dengan Dumas sebanyak tiga kali. Namun, semua pengajuan tersebut ditolak oleh Dumas.
Dumas menegaskan, 'Setelah itu, dia mencoba bertemu dengan saya tiga kali, yang selalu saya tolak.' Sikap tegas ini menunjukkan komitmen Hermes untuk menjaga jarak dari Epstein.
Keterlibatan dalam Lelang Amal
Pada tahun 2016, Epstein menjadi pemenang lelang amal yang diadakan oleh Hermes dan memenangkan sebuah kursus lokakarya. Dumas menyatakan, 'Ketika kami mengetahui bahwa dia adalah pemenangnya, kami menolak dan memberikan kompensasi kepada badan amal tersebut.'
Tetap menjaga citra merek mereka, Dumas juga menolak permintaan Epstein untuk mendekorasi jet pribadinya, dengan menegaskan bahwa 'Dia memiliki reputasi yang buruk.' Ini menunjukkan ketelitian Hermes dalam menjaga integritas organisasi.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: