Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 21:13 WIB

Tiga Pelajar Terlibat Insiden Penyiraman Asam Klorida di Jakarta

Author

Tiga Pelajar Terlibat Insiden Penyiraman Asam Klorida di Jakarta

Sebuah insiden serius terjadi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, melibatkan penyiraman air keras oleh tiga pelajar. Cairan yang disiramkan diketahui merupakan asam klorida, yang didapat dari bahan praktikum di sekolah.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol

Kejadian ini menarik perhatian warga setelah salah satu siswa menderita cedera pada bagian mata akibat serangan tersebut. Pihak kepolisian segera mengambil tindakan dan mengamankan pelaku yang masih di bawah umur.

Kronologi Kejadian

Penyiraman terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026, ketika tiga pelajar yang berboncengan dengan sepeda motor secara tiba-tiba menyerang siswa lain. Mereka menggunakan cairan berbahaya saat berpapasan di Jalan Cempaka Raya.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan, 'Kemudian berpapasan sama tiga orang lain, remaja juga. Terus disiram,' menegaskan sifat agresif dari tindakan tersebut.

Akibat serangan itu, salah satu siswa mengalami cedera pada mata. Roby menambahkan, 'Kayaknya sih enggak ya, karena kemarin sudah di rumah,' mengungkapkan bahwa kondisi korban pasca perawatan sudah membaik.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi

Tindakan Kepolisian

Polres Metro Jakarta Pusat segera mengamankan tiga pelajar pada malam kejadian dan membawanya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) karena mereka masih di bawah umur. Ini menunjukkan langkah awal kepolisian dalam menangani kasus yang melibatkan anak-anak.

Roby menjelaskan, 'Kalau bukti-bukti cukup, dua bukti permulaan cukup, kemungkinan kita tetap tahan ya,' mengindikasikan upaya mendalami kasus ini lebih lanjut untuk menentukan sanksi bagi pelaku.

Iptu Erlyn Sumantri, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, menyatakan, 'Karena ketiganya masih anak di bawah umur, maka ditangani oleh PPA Polres Metro Jakarta Pusat,' menunjukkan perhatian khusus terhadap pelaku dalam proses hukum ini.

Analisis Cairan Berbahaya

Kepolisian telah mengidentifikasi cairan yang digunakan dalam penyerangan sebagai asam klorida (HCl). Roby menyatakan, 'Dapat cairan dari bahan praktikum sekolah mereka,' menunjukkan bahwa sumber cairan tersebut sah namun tetap berbahaya.

Asam klorida adalah zat kimia yang umum digunakan dalam industri, seperti pembersihan logam dan pengolahan air, sehingga menimbulkan potensi bahaya jika tidak digunakan dengan hati-hati.

Pihak berwenang berencana melakukan penelitian lebih mendalam untuk mengetahui apakah terdapat campuran zat kimia lain dalam cairan tersebut, serta dampak lebih jauh dari tindakan ini yang memicu keprihatinan masyarakat.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU