Tingkat kemiskinan di Indonesia saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan, sesuai dengan laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pada September 2025, jumlah penduduk miskin tercatat sebesar 23,36 juta jiwa, menandakan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Persentase penduduk miskin juga berkurang menjadi 8,25 persen, yang menunjukkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Penurunan ini dianggap penting dalam konteks perbaikan kualitas hidup masyarakat.
Tren Penurunan Kemiskinan
Laporan dari BPS menunjukkan bahwa pada September 2025, persentase kemiskinan nasional adalah 8,25 persen. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan jumlah penduduk miskin berkurang dari 24,06 juta orang pada September 2024 menjadi 23,36 juta orang.
Amalia juga menggarisbawahi bahwa penurunan ini mencakup baik daerah perkotaan maupun perdesaan. Di perkotaan, persentase kemiskinan mencapai 6,60 persen, sementara di perdesaan adalah 10,72 persen, menunjukkan perbaikan taraf hidup di berbagai lapisan masyarakat.
Sebagian besar penurunan jumlah penduduk miskin terjadi di daerah perdesaan, di mana sekitar 0,40 juta orang berhasil keluar dari garis kemiskinan. Sementara di perkotaan, yang berkontribusi lebih kecil, jumlahnya berkurang sebanyak 0,09 juta orang.
Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya
Pengaruh Ekonomi dan Faktor Penyebab
Amalia menekankan bahwa keberhasilan ini sangat dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Dalam laporan yang mencakup periode dari September 2014 hingga September 2025, terlihat bahwa meskipun ada peningkatan sesaat akibat fluktuasi harga barang, tren kemiskinan secara keseluruhan menunjukkan perbaikan.
Tingginya angka kemiskinan di awal periode, yaitu 28,59 juta orang pada Maret 2015, mencerminkan dampak pandemi dan kenaikan harga bahan bakar minyak. Amalia mengingatkan perlunya kebijakan yang berkelanjutan untuk memastikan kemajuan ini tidak terhenti.
Kebangkitan sektor ekonomi juga membantu masyarakat untuk mendapatkan akses yang lebih baik terhadap pekerjaan dan pelayanan, sehingga diharapkan angka kemiskinan dapat terus berkurang di masa yang akan datang.
Distribusi Penduduk Miskin di Indonesia
Menurut laporan BPS, distribusi penduduk miskin di berbagai pulau juga mencolok. Persentase penduduk miskin tertinggi tercatat di Pulau Maluku dan Papua dengan angka 18,22 persen, sedangkan Pulau Kalimantan mempunyai persentase terendah sebesar 5,02 persen.
Meskipun demikian, Jawa masih menjadi provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak, sekitar 12,32 juta orang. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian yang lebih dalam menangani masalah kemiskinan di wilayah-wilayah dengan angka yang tinggi.
Keberlanjutan pemulihan ekonomi harus diimbangi dengan program yang menargetkan distribusi kesejahteraan di seluruh Indonesia, untuk mencapai pemerataan yang lebih baik di seluruh nusantara.
Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: