Menteri Perdagangan Budi Santoso mengumumkan bahwa harga minyak goreng rakyat, Minyakita, kini turun menjadi Rp 16.300 per liter dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 16.800 per liter.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Meski ada penurunan, harga tersebut masih lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp 15.700 per liter.
Klaim Penurunan Harga Minyakita
Menteri Budi Santoso menegaskan bahwa harga Minyakita yang saat ini tercatat adalah Rp 16.300 per liter. Ia menjelaskan, "Nah Minyakita sudah turun, turun sekarang 16.300/liter. Kan sebelumnya 16.800/liter," saat konferensi pers di Jakarta.
Meskipun demikian, masyarakat masih merasakan beban karena harga ini belum memenuhi HET yang telah ditentukan. Ini menyebabkan kekhawatiran bagi warga yang mengandalkan minyak goreng subsidi tersebut.
Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi
Proses Distribusi dan Kebijakan Pemerintah
Budi menyoroti bahwa pendistribusian Minyakita oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan masih menghadapi kendala. Melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 tahun 2025, penyaluran minyak ini seharusnya diatur oleh BUMN dengan porsi minimal sebesar 30-35%.
Dalam konteks ini, Budi menambahkan, "Ini kan proses B2B ya," yang menunjukkan bahwa kerjasama dengan berbagai pihak terkait masih dalam tahap penyelesaian untuk memperbaiki distribusi minyak.
Persepsi dan Tantangan Harga Daging Sapi
Tak hanya harga minyak goreng, isu terkait harga daging sapi juga menjadi sorotan. Budi menegaskan bahwa harga daging sapi terpantau di level Rp 141.000-142.000 per kilogram, sedikit di atas HET yang ditetapkan sebesar Rp 140.000 per kilogram.
Ia menjelaskan bahwa izin impor untuk daging dari pihak swasta dan BUMN telah diberikan, dengan distribusi yang berjalan lancar. "Kita jaga terus supaya distribusi berjalan baik dan pasokan juga tercukupi," tambahnya, menunjukkan upaya pemerintah untuk stabilitas harga.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: