Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, optimis bahwa Indonesia bisa jadi negara maju di tahun 2045. Ia menekankan peran penting sinergi dalam kebijakan ekonomi untuk mencapai tujuan tersebut.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dalam uji kelayakan untuk posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas berbicara mengenai pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan sebagai kunci utama menuju kemajuan.
Sinergitas dalam Kebijakan Ekonomi
Dalam presentasinya di depan Komisi XI DPR, Thomas Djiwandono menegaskan bahwa sinergi antara pengelolaan kebijakan dan kebijakan itu sendiri sangat krusial. "Paparan saya hari ini kata kuncinya adalah sinergi," katanya.
Ia percaya, dengan adanya sinergi tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terwujud. "Kita ketahui semua bahwa pertumbuhan ekonomi sudah dicanangkan oleh kita semua dimulai Komisi XI ini adalah suatu alur atau jalan supaya Indonesia dapat bangun dapat maju," jelasnya.
Thomas juga mengemukakan bahwa keberhasilan dalam mencapai tujuan ini tergantung pada kemampuan untuk menciptakan kebijakan yang selaras dan mendorong pertumbuhan yang inklusif serta berkelanjutan.
Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus
Potensi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Thomas menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk mencapai status negara maju dalam dua dekade ke depan. "Indonesia perlu mempunyai pertumbuhan yang tinggi, inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa mesin pertumbuhan ekonomi harus bergerak bersamaan. Langkah ini meliputi penguatan sektor fiskal, pengelolaan kebijakan moneter, dan peningkatan iklim investasi secara keseluruhan.
Dengan semua mesin pertumbuhan bergerak, diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap sektor-sektor lain yang memiliki nilai tambah. "Pun juga di sektor yang resilience dan padat karya untuk tumbuh bersama," tambahnya.
Strategi untuk Mewujudkan Pertumbuhan yang Inklusif
Pemerataan pembangunan dan stabilitas nasional adalah dua poin penting yang harus diperhatikan, menurut Thomas. Ia mengungkapkan, "Kalau kita lihat di level sinergi kebijakan pertumbuhan ekonomi tercipta apabila likuiditas diciptakan untuk aktivitas ekonomi."
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendorongan suku bunga yang kompetitif serta dukungan lembaga keuangan untuk ekspansi usaha. Hal ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Meningkatkan dukungan pada UMKM dinilai sangat penting, karena sektor ini berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Dukungan tersebut diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: