Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru saja mengumumkan penunjukan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, untuk menduduki posisi di Dewan Perdamaian yang dibentuk guna merespons konflik berkepanjangan di Gaza.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan
Bersama Blair, menantu Trump, Jared Kushner, juga terpilih sebagai anggota eksekutif, yang menandai langkah baru dalam upaya mengakhiri kekerasan yang telah merenggut banyak nyawa.
Peluncuran Dewan Perdamaian dan Anggota Kunci
Pada 16 Januari 2026, Gedung Putih secara resmi meluncurkan Dewan Perdamaian yang dipimpin oleh Tony Blair dan Jared Kushner. Pembentukan dewan ini ditujukan untuk menghentikan kekerasan yang telah berlangsung dan merusak kehidupan di Gaza.
Dewan ini juga melibatkan sejumlah anggota lain, termasuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff. Mereka semua mempunyai peran penting dalam diplomasi internasional dan pengambilan keputusan terkait masalah ini.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis
Pertemuan Pertama Komite Administrasi Gaza
Pertemuan pertama Komite Administrasi Gaza telah diadakan di Kairo, yang menjadi tanda awal pengawasan administrasi sipil setelah konflik. Dalam sesi ini, para anggota membahas perencanaan bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi bagi daerah yang terdampak.
Komite ini dipimpin oleh Ali Shaath, yang mengumpulkan individu-individu berpengalaman dari sektor kesehatan, pendidikan, dan layanan dasar. Fokus mereka adalah implementasi bantuan yang mendesak untuk meringankan beban warga yang terkena dampak.
Pendanaan dan Rencana Masa Depan
Ali Shaath mengungkapkan bahwa mereka telah berhasil memperoleh anggaran operasional dari negara-negara donor untuk satu tahun ke depan. Ini memberikan platform bagi komite untuk segera memulai tugasnya dalam menyediakan bantuan dan pemulihan.
Upaya lebih lanjut tengah dilakukan untuk menggalang dana rekonstruksi melalui lembaga internasioanal seperti Bank Dunia, yang dianggap vital untuk pemulihan Gaza. Dengan kehadiran Dewan Perdamaian dan Komite Administrasi baru, muncul harapan untuk solusi jangka panjang dalam mengatasi krisis ini.
Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: