Jumat, 16 JANUARI 2026 • 13:18 WIB

Brian Yuliarto Pimpin Rapat Strategis untuk Hilirisasi Logam Tanah Jarang di Istana

Author

Brian Yuliarto Pimpin Rapat Strategis untuk Hilirisasi Logam Tanah Jarang di Istana

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Teknologi, Brian Yuliarto, baru-baru ini dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membahas hilirisasi logam tanah jarang di Istana Kepresidenan Jakarta.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz

Pertemuan ini bertujuan untuk memajukan teknologi pengelolaan mineral kritis yang penting bagi industri Indonesia.

Fokus pada Hilirisasi Logam Tanah Jarang

Pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026, dihadiri oleh sejumlah menteri dan tamu dari luar negeri. Brian Yuliarto menyatakan, "Jadi, Pak Presiden ingin mendorong industri strategis, terutama industri mineral kritis di Indonesia. Tadi saya mendapatkan arahan agar dipercepat."

Brian menjelaskan bahwa hilirisasi logam tanah jarang adalah salah satu prioritas pemerintah, terutama dalam pengelolaan untuk mendukung ekonomi. "Teknologi segera dikuasai sehingga kandungan mineral kritis, rare earth salah satunya itu bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat," tambahnya.

Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus

Aplikasi Logam Tanah Jarang dalam Industri Mobil Nasional

Dalam diskusinya, Brian menekankan penggunaan logam tanah jarang untuk pengembangan mobil nasional, meskipun aplikasi saat ini masih terbatas. Mengenai hal ini, ia menyebutkan, "Mobnas tadi ya, beberapa. Tapi itu kan beberapa aplikasi rare earth juga untuk Mobnas."

Presiden Prabowo juga mendorong Danantara untuk menjajaki kerjasama teknologi dengan pihak luar guna mempercepat hilirisasi. Brian berharap kerjasama internasional dapat mendukung penguasaan teknologi dan kemampuan industri di Indonesia.

Kepentingan Neodymium-Praseodymium (NdPr)

Brian menambahkan bahwa pengembangan logam tanah jarang sangat penting karena terdapat aplikasi kunci pada neodymium-praseodymium (NdPr). "Salah satu aplikasinya. Karena di sana ada, misalnya, NdPr yaitu aplikasi untuk permanen magnet yang sangat dibutuhkan untuk kendaraan listrik," ujar Brian.

Dengan prospek kendaraan listrik yang terus berkembang, penguasaan teknologi dalam pengelolaan logam tanah jarang menjadi semakin mendesak. Proyek ini akan berkontribusi signifikan bagi keberhasilan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU