Maria Corina Machado, tokoh oposisi dari Venezuela, memperlihatkan dukungan jelasnya terhadap invasi militer Amerika Serikat ke tanah kelahirannya.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Pertemuan di Gedung Putih ini juga diwarnai oleh pemberian Hadiah Nobel Perdamaian kepada Presiden Donald Trump, menciptakan ketegangan politik yang mencolok.
Dukungan untuk Intervensi Militer AS
Dalam sebuah pernyataan terbuka, Machado menyatakan bahwa invasi militer oleh AS adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri pemerintahan Nicolas Maduro yang telah lama ditentang.
Ia berpendapat bahwa intervensi ini merupakan bentuk dukungan yang sangat dibutuhkan oleh rakyat Venezuela untuk mencapai kebebasan dari rezim yang dianggap otoriter.
Dengan tegas, Machado mengatakan bahwa tindakan AS dapat menjadi langkah awal menuju perubahan mendasar di Venezuela.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan
Menghadiahkan Nobel Perdamaian kepada Trump
Suasana di Gedung Putih ketika Machado memberi penghargaan Hadiah Nobel Perdamaian kepada Trump sangat penuh ketegangan.
Dalam kesempatan itu, ia menyatakan, 'Saya memberikan medali, Hadiah Nobel Perdamaian, kepada presiden Amerika Serikat,' menandakan pengakuan dan harapannya akan dukungan dari AS.
Ia tidak ragu menarik paralel sejarah dengan menyebut Marquis de Lafayette yang mengganjar Simon Bolivar, menegaskan pentingnya dukungan internasional bagi perjuangan rakyat Venezuela dengan katanya, 'Dua ratus tahun dalam sejarah, rakyat Bolivar memberikan medali kepada pewaris Washington.'
Reaksi dan Implikasi yang Muncul
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menilai tindakan Machado sebagai 'suara yang luar biasa dan berani', meskipun pertemuan ini tidak mengindikasikan adanya perubahan signifikan dalam strategi AS terhadap Venezuela.
Di sisi lain, Trump mengungkapkan skeptisisme terhadap kemampuan Machado memimpin, dengan mengatakan bahwa ia 'tidak memiliki dukungan atau rasa hormat di dalam negeri'.
Trump lebih cenderung mendukung presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, yang dianggapnya lebih layak untuk memimpin.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: