Seto Mulyadi, atau yang lebih dikenal dengan Kak Seto, telah memberikan tanggapan mengenai tuduhan pengabaian laporan yang diajukan oleh Aurelie Moeremans sejak tahun 2010.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan
Tuduhan ini muncul setelah peluncuran buku digital Aurelie berjudul 'Broken Strings', yang mengungkapkan pengalaman pribadinya tentang praktik grooming dan kekerasan.
Latar Belakang Tuduhan
Tuduhan terhadap Kak Seto bermula ketika Aurelie Moeremans menerbitkan bukunya, 'Broken Strings', yang merefleksikan pengalaman pahit dalam hidupnya.
Dalam buku tersebut, Aurelie mengungkapkan pengabaian terhadap aduan yang ia sampaikan ketika masih remaja, isu ini belakangan kembali menyita perhatian publik.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Laporan Dahulu dan Tindakan yang Diharapkan
Jean Marc Moeremans, ayah Aurelie, sebelumnya telah melaporkan permasalahan ini kepada Komnas Perlindungan Anak yang saat itu dipimpin oleh Kak Seto.
Laporan tersebut mencakup seorang pria yang diduga terlibat dalam masalah terkait kasus yang diangkat oleh Aurelie, namun tidak berbuntut pada tindakan hukum yang diharapkan, menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat.
Pernyataan Kak Seto dan Apresiasi terhadap Korban
Kak Seto menekankan pentingnya antisipasi terhadap praktek grooming, yang ia sebut sebagai hal yang sangat disayangkan.
Ia menyatakan, 'Kami mengecam segala bentuk manipulasi, relasi tidak setara, dan praktik child grooming', yang menunjukkan komitmen lembaga dalam perlindungan anak.
Seto juga memberi penghormatan kepada keberanian setiap individu yang bersuara mengenai pengalaman pahit mereka, serta menyerukan perlunya perbaikan sistem perlindungan anak yang lebih baik di masa depan.
Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: