Minggu, 11 JANUARI 2026 • 20:00 WIB

Tingginya Harga Tiket Pesawat Jadi Tantangan Relawan Kemenkes ke Aceh

Author

Tingginya Harga Tiket Pesawat Jadi Tantangan Relawan Kemenkes ke Aceh

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan tingginya harga tiket pesawat ke Aceh yang menyebabkan relawan Kemenkes harus mencari alternatif perjalanan yang lebih murah.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol

Keluhan ini disampaikannya dalam rapat antara DPR dan pemerintah di Banda Aceh, di mana ia menjelaskan bahwa situasi ini dapat membingungkan identitas relawan yang tiba di lokasi bencana.

Tingginya Biaya Tiket Pesawat

Dalam rapat yang berlangsung di Banda Aceh, Budi mengungkapkan bahwa harga tiket pesawat menuju Aceh mencapai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

Ia menambahkan, "Karena kita, yang penting jalan kan, kita kirim lewat Malaysia, karena murah tuh kirim lewat Malaysia." Pilihan ini terpaksa diambil agar relawan tetap dapat terlibat.

Namun, langkah ini menyebabkan munculnya sejumlah masalah, termasuk kesalahan identitas relawan setelah tiba di Aceh.

Budi pun mencatat, relawan Kemenkes dari Malaysia yang tiba justru viral di media sosial dengan anggapan sebagai relawan dari negara tersebut.

Permintaan Dukungan untuk Relawan Kemenkes

Menanggapi masalah tersebut, Budi meminta pihak terkait untuk membantu dalam penyediaan tiket pesawat dengan harga khusus bagi relawan Kemenkes.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan

Ia menegaskan, "Jadi itu permintaan pertama kita, kalau bisa kita harganya jangan terlalu jauh dengan yang lewat Malaysia."

Budi berharap agar pemerintah memperhatikan situasi ini demi mendukung relawan yang berjuang di lapangan.

Dia juga mengindikasikan akan kebutuhan mendesak tenaga relawan, dengan menyatakan, "Padahal kita butuh 700-800 kita kirim per 2 minggu untuk bantu teman-teman tenaga kesehatan Aceh, terutama di pos pengungsian dan desa terpencil."

Situasi di Aceh Pasca Bencana

Aceh kini menghadapi situasi darurat akibat bencana alam, sehingga diperlukan tambahan tenaga medis dan relawan.

Kesediaan sumber daya manusia yang memadai menjadi kunci dalam menjawab tantangan ini, terutama di pos-pos pengungsian.

Tantangan logistik dalam pengiriman relawan menjadi perhatian utama kementerian, yang terus berupaya menemukan solusi terbaik.

Budi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengoptimalkan respons terhadap bencana yang sedang dihadapi.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU