Kamis, 01 JANUARI 2026 • 14:32 WIB

Awal Tahun 2026: Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang

Author

Awal Tahun 2026: Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang

Pada hari pertama tahun 2026, Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke Aceh Tamiang untuk memastikan proses pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang terdampak bencana berjalan dengan baik.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat

Kunjungan ini sebagai upaya untuk mempercepat pembangunan, terbukti penting mengingat lebih dari 8.500 rumah mengalami kerusakan berat di kawasan tersebut.

Kunjungan Resmi dan Agenda Penting

Dalam kunjungan ini, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah menteri dan kepala daerah untuk melihat langsung proses pembangunan huntara. Fokus utama dari kunjungan tersebut adalah untuk memastikan agar pembangunan hunian sementara dapat diselesaikan dalam jangka waktu tiga bulan.

Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, menjelaskan bahwa dari total 33.000 rumah yang mengalami kerusakan, lebih dari 8.500 di antaranya rusak berat. Hal ini menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan akan hunian yang layak bagi masyarakat di daerah terdampak.

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan huntara yang diharapkan dapat memberikan solusi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Koordinasi dan Langkah Awal

Dalam upaya penyelesaian masalah ini, Bupati Armia Fahmi mengungkapkan telah mempersiapkan lokasi dan berkoordinasi dengan 14 perusahaan untuk melepaskan izin hak guna usaha mereka. Ini dilakukan agar lahan dapat digunakan untuk pembangunan huntara.

Presiden Prabowo menyoroti keberhasilan yang dicapai Andantara, sebuah perusahaan yang mampu menyelesaikan 600 hunian dalam waktu delapan hari. Ini menunjukkan bahwa proses pembangunan sudah dimulai meskipun masih dalam tahap awal.

Beliau juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara kementerian dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan hunian bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Kebutuhan Hunian Pasca Bencana

Presiden mencatat bahwa total kebutuhan hunian akibat bencana alam di tiga provinsi mencapai 90 ribu rumah yang mengalami kerusakan berat. Ini mencakup juga perhatian terhadap perbaikan rumah-rumah yang rusak sedang dan ringan.

“Kebutuhan rumah untuk 3 provinsi adalah 90 ribu, yang rusak berat. Kemudian, yang rusak ringan dan rusak menengah, bagaimana bantuannya,” tuturnya, menegaskan keprihatinannya akan kondisi tersebut.

Melalui pembangunan hunian sementara, presiden menekankan bahwa ini merupakan langkah nyata dari pemerintah dalam penanggulangan bencana, sebagai bukti komitmen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU