Kamis, 01 JANUARI 2026 • 13:31 WIB

Zohran Mamdani Resmi Dilantik sebagai Wali Kota New York dengan Al-Quran Bersejarah

Author

Zohran Mamdani Resmi Dilantik sebagai Wali Kota New York dengan Al-Quran Bersejarah

Zohran Mamdani, wali kota terpilih New York, akan dilantik menggunakan Al-Quran berusia ratusan tahun. Ini menandai momen bersejarah bagi kota tersebut.

Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026

Mamdani akan menjadi Muslim pertama, orang Asia Selatan pertama, dan kelahiran Afrika pertama yang menjabat sebagai wali kota di New York.

Pelantikan Bersejarah di Kota New York

Pelantikan Mamdani akan dilakukan setelah tengah malam di stasiun kereta bawah tanah bersejarah di bawah Balai Kota. Lokasi ini dipilih karena makna simbolisnya bagi sejarah kota.

Langkah ini tidak hanya menunjukkan keberagaman tetapi juga kemajuan politik dalam upaya untuk mewakili beragam suara di pemerintahan lokal.

Sebagai anggota Partai Demokrat, Mamdani dikenal karena fokusnya pada persoalan keterjangkauan dan aksesibilitas perumahan di New York.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Simbolisme Al-Quran dalam Upacara Pelantikan

Dalam upacara, Mamdani akan meletakkan tangannya di atas tiga Al-Quran; dua milik kakek dan neneknya, dan satu manuskrip berharga dari akhir abad ke-18. Hal ini menunjukkan kedalaman hubungan spiritual dan budaya yang dia miliki.

"Al-Quran kecil ini menyatukan unsur-unsur iman dan identitas dalam sejarah Kota New York," ungkap Hiba Abid, kurator di Perpustakaan Umum New York.

Mamdani juga dikenal sebagai sosok yang aktif di komunitas Muslim, sering terlihat mengunjungi masjid dan membangun dukungan dalam komunitas Asia Selatan.

Reaksi dan Politisasi Terhadap Pelantikan

Penggunaan Al-Quran dalam pelantikan Mamdani memicu berbagai reaksi, termasuk komentar dari Senator AS Tommy Tuberville yang mengekspresikan kekhawatirannya di media sosial. Respon ini menunjukkan masih adanya tantangan terhadap representasi Muslim dalam politik.

Dewan Hubungan Amerika-Islam mengklaim pernyataan Tuberville sebagai tindakan ekstremisme anti-Muslim yang berpotensi diskriminatif.

Hiba Abid berharap perhatian yang dibawa oleh upacara ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang koleksi perpustakaan yang merekam sejarah Islam di New York.

Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU