Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 17:38 WIB

Penganiayaan Istri di Depok, Suami Jadi Tersangka Setelah Operasi Mata Korban

Author

Penganiayaan Istri di Depok, Suami Jadi Tersangka Setelah Operasi Mata Korban

Seorang wanita berinisial AA mengalami penganiayaan berat oleh suaminya hingga harus menjalani operasi mata di Depok, Jawa Barat. Pelaku, yang berinisial AB, kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di kantor Polres setempat.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa kondisi AA saat ini masih dalam perawatan di RSCM Jakarta dan belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai insiden tersebut.

Detail Peristiwa Penganiayaan

Kejadian tragis ini berlangsung pada Selasa, 23 Desember 2025, sekitar pukul 15.30 WIB, di kawasan Bedahan, Sawangan, Kota Depok. Pertikaian antara pasangan suami istri tersebut tampaknya dipicu oleh masalah sepele terkait penggunaan telepon genggam.

Kombes Budi Hermanto, dalam pernyataannya, menegaskan, 'Korban mengalami luka di bagian mata,' akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku. Saat ini, AA sedang dirawat di RSCM Jakarta sejak hari insiden, namun belum dapat memberikan keterangan karena kondisi mentalnya yang terguncang.

Kondisi fisik AA, yang mengalami luka serius di mata, membuatnya harus melalui proses operasi. Vita medis dan psikologis korban menjadi pertanyaan besar, terutama mengingat hingga saat ini ia belum mampu memberikan informasi detail mengenai kejadian tersebut.

Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain

Status Pelaku dan Proses Hukum

Pelaku, AB, telah ditetapkan sebagai tersangka pasca insiden tersebut dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Depok. Kombes Budi menegaskan, 'Pelaku sudah menjadi tersangka dan ditahan,' menunjukan seriusnya tindakan yang diambil oleh pihak kepolisian.

Proses hukum terhadap AB berlanjut meskipun AA belum bisa dimintai keterangan menyeluruh. Kombes Budi menambahkan, 'Pelaku masih dalam proses pemeriksaan,' menunjukkan bahwa kepolisian akan memastikan semua fakta diungkap.

Dukungan psikologis bagi AA menjadi sangat penting, terutama untuk menjamin kesehatannya secara keseluruhan. Keengganan korban untuk berbicara mengenai kejadian ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses hukum yang berkeadilan.

Reaksi dan Konsekuensi Sosial

Kejadian penganiayaan ini menarik perhatian luas dari publik dan berbagai organisasi yang fokus pada isu kekerasan dalam rumah tangga. Masyarakat menilai bahwa kasus semacam ini menggambarkan betapa pentingnya perhatian terhadap masalah rumah tangga yang sering tersembunyi.

Komunitas setempat menyerukan perhatian lebih terhadap penganiayaan dalam rumah tangga dan mengharapkan adanya langkah konkret untuk menangani masalah serupa di masa mendatang. 'Kasus seperti ini harus menjadi pengingat bagi kita semua,' ujar salah satu anggota komunitas.

Dari kejadian ini, harapan tumbuh agar bisa ada tindakan preventif yang lebih jelas untuk melindungi wanita dan anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan. Mantan korban yang berani bersuara menjadi contoh penting untuk memerangi kekerasan dan mendukung para penyintas.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU