Kram otot sering menjadi masalah yang dihadapi banyak orang saat berolahraga, bahkan setelah memenuhi kebutuhan cairan. Banyak yang penasaran mengenai apa yang sebenarnya menyebabkan fenomena ini.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Beberapa faktor seperti ketidakseimbangan elektrolit dan penggunaan otot yang berlebihan bisa menjadi penyebabnya. Memahami penyebab ini sangat penting untuk mengatasi dan mencegah kram otot.
Penyebab Kram Otot
Kram otot terjadi ketika otot mengalami kontraksi yang kuat dan tidak dapat relaksasi dengan baik. Salah satu pendorong utama kram adalah ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam tubuh.
Elektrolit seperti natrium, kalium, dan magnesium memegang peranan penting dalam fungsi otot. Ketika konsentrasinya tidak seimbang, otot dapat berkontraksi secara tidak normal, yang memicu terjadinya kram.
Dewasa ini, kita sering mendengar bahwa dehidrasi dapat menyebabkan kram otot. Padahal, ini dapat terjadi meskipun seseorang telah mengonsumsi cukup air, karena kehilangan cairan yang berlebih saat berkeringat mungkin tidak diimbangi oleh asupan elektrolit yang memadai.
Penggunaan otot secara berlebihan juga menjadi faktor pemicu. Ketika otot terlalu lelah akibat latihan intens, mereka dapat bereaksi dengan kontraksi mendadak yang memicu kram.
Peran Dehidrasi dan Elektrolit dalam Kram Otot
Dehidrasi dapat tetap terjadi meski seseorang telah banyak minum. Jika asupan cairan tidak cukup menggantikan cairan yang hilang saat berolahraga, maka tidak jarang terjadi gangguan fungsi otot.
Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus
American College of Sports Medicine mencatat pentingnya mengisinya kembali cairan tubuh sebelum, selama, dan setelah beraktivitas fisik untuk mencegah dehidrasi.
Sekedar minum air tidak selalu cukup, dan penting bagi kita untuk memperhatikan asupan elektrolit melalui minuman olahraga atau makanan kaya mineral. Hal ini berfungsi menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
Dengan menjaga keseimbangan antara cairan dan elektrolit, risiko kram otot saat berolahraga dapat diminimalkan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Strategi Mencegah Kram Otot
Melakukan pemanasan sebelum berolahraga merupakan langkah penting untuk mencegah kram. Pemanasan dapat meningkatkan aliran darah menuju otot dan mempersiapkannya untuk aktivitas lebih lanjut.
Selain itu, menjaga pola makan yang seimbang juga harus diperhatikan dengan memastikan asupan cairan dan elektrolit terpenuhi. Mengonsumsi buah dan sayuran segar menjadi salah satu cara yang efektif.
Penting juga untuk memastikan tubuh cukup istirahat guna mencegah kelelahan otot. Jangan memaksakan diri saat tubuh terasa tidak fit atau lelah.
Apabila terjadi kram saat berolahraga, segera hentikan aktivitas dan lakukan peregangan. Ini dapat membantu merelaksasi otot yang terjepit dan mengembalikan fungsinya dengan baik.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: