TNI menegaskan bahwa rumor yang beredar tentang pengiriman helibox kosong untuk korban bencana adalah tidak benar. Pernyataan ini disampaikan oleh Komandan Batalyon Perbekalan Angkutan 5 ARY, Letkol CBA Supriyanto, dalam siaran pers resmi di Jakarta.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol
Supriyanto menjelaskan proses pengisian dan pengiriman logistik yang dilakukan TNI untuk memastikan setiap paket yang dikirimkan kepada korban bencana benar-benar berisi bantuan yang dibutuhkan.
Verifikasi Metode Pengiriman Logistik
Letkol CBA Supriyanto menjelaskan bahwa setiap helibox yang diterjunkan telah melalui proses inspeksi yang melibatkan anggota dan perwira. Proses ini bertujuan untuk memastikan tidak ada helibox kosong yang dijatuhkan.
Dengan tinggi helibox sekitar 73 sentimeter dan muatan logistik yang berada pada tinggi sekitar 30 sentimeter, terdapat rongga di bagian atas, menciptakan kesan seolah-olah helibox kosong.
Supriyanto juga menambahkan bahwa logistik di dalam helibox telah terikat dengan baik, sehingga sangat kecil kemungkinan ada logistik yang terjatuh atau tidak ada isinya.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Kebijakan Pengisian Helibox
Setiap helibox memiliki batas maksimal berat 5 kilogram. Jika terisi penuh, beratnya dapat mencapai 9 kilogram, yang berisiko merusak saat penerjunan.
Pengaturan muatan ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan keutuhan bantuan yang dijatuhkan. Kebijakan ini sering kali menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat mengenai isi helibox.
Supriyanto menegaskan pentingnya kebijakan pengisian agar bantuan yang diterima korban bencana tetap aman dan layak.
Tujuan dan Proses Distribusi Logistik
TNI berharap penjelasan ini bisa mengoreksi informasi keliru yang beredar dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang prosedur pengiriman bantuan. Proses ini dilakukan dengan prosedur yang ketat dan berlapis.
Supriyanto juga meminta masyarakat untuk tidak cepat mempercayai berita yang tidak jelas sumbernya. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman lebih lanjut mengenai pengiriman bantuan.
“Mudah-mudahan ini memberi pemahaman kepada kita semua, sehingga tidak terjadi salah tafsir atau sangkaan yang menyimpang dari kenyataan,” ujarnya.
Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: