Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 15:16 WIB

Larangan Suporter Senegal dan Pantai Gading Masuk AS untuk Piala Dunia 2026

Author

Larangan Suporter Senegal dan Pantai Gading Masuk AS untuk Piala Dunia 2026

Suporter dari Senegal dan Pantai Gading tidak diizinkan memasuki Amerika Serikat untuk menyaksikan Piala Dunia 2026. Kebijakan ketat ini merupakan lanjutan dari keputusan yang diambil oleh mantan Presiden Donald Trump.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih

Keputusan ini didasarkan pada tingginya tingkat pelanggaran visa oleh warga negara dari kedua negara tersebut, yang menciptakan dampak signifikan bagi penggemar sepak bola.

Penyebab Larangan Kunjungan

Larangan kunjungan bagi suporter Senegal dan Pantai Gading diperpanjang dengan alasan adanya pelanggaran visa yang tinggi. Data dari Gedung Putih menunjukkan bahwa pelanggaran visa di Pantai Gading mencapai 8,47%, sedangkan Senegal sebesar 4,30%.

Angka-angka tersebut menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan untuk melarang suporter dari kedua negara tersebut. Hal ini merugikan para penggemar yang sangat ingin menyaksikan tim kesayangan mereka berlaga di Piala Dunia.

Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus

Dampak bagi Tim dan Pertandingan

Larangan ini jelas berdampak pada suporter kedua tim, khususnya di fase penyisihan Piala Dunia 2026. Pantai Gading dijadwalkan bertanding di Grup E melawan Ekuador dan Curacao di Lincoln Financial Field, Philadelphia, serta akan menghadapi Jerman di Toronto.

Sementara itu, Senegal yang berada di Grup I akan melawan Prancis dan Norwegia di MetLife Stadium, New Jersey. Pelarangan tersebut membuat banyak penggemar kehilangan kesempatan untuk mendukung tim mereka secara langsung.

Kondisi untuk Pemain dan Staf Tim

Meskipun suporter tidak diperbolehkan hadir, kabar baiknya, pemain, staf, diplomat, dan keluarga dari Timnas Senegal dan Pantai Gading diizinkan untuk masuk ke AS. Ini menjadi dukungan yang penting bagi kedua tim dalam persiapan mereka menghadapi kompetisi internasional.

FIFA, sebagai badan pengatur sepak bola internasional, masih belum mengeluarkan komentar resmi tentang situasi ini. Namun, ada desas-desus bahwa FIFA berencana untuk mendekati pemerintah AS terkait revisi kebijakan yang lebih ramah bagi suporter.

Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU