Hotel luar angkasa pertama di dunia, Voyager Station, dijadwalkan untuk diluncurkan pada tahun 2027, membuka babak baru dalam pariwisata luar angkasa.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat
Inisiatif oleh Space Development Corporation ini menghadirkan fasilitas lengkap yang ditujukan untuk pengalaman menginap unik di orbit luar angkasa.
Deskripsi Voyager Station
Voyager Station dirancang dengan 24 modul khusus, memiliki luas sekitar 125.000 kaki persegi dan mampu menampung hingga 400 orang, baik tamu maupun anggota kru.
Hotel ini menawarkan suite pribadi serta ruang santai dengan pemandangan Bumi yang sangat menakjubkan.
Dengan sistem yang memanfaatkan gaya sentrifugal, hotel ini dapat mensimulasikan gravitasi, serupa dengan yang ada di bulan.
Konsep ini fokus pada inersia dan gaya sentripetal untuk menciptakan pengalaman menginap yang nyaman dan menyenangkan.
Teknologi dan Desain
Teknologi yang digunakan dalam Voyager Station berakar pada ide-ide ilmiah yang telah ada sejak awal abad ke-20, termasuk pemikiran Konstantin Tsiolkovsky dan Wernher von Braun.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Stasiun ini dirancang untuk berputar 1,5 kali per menit, dan memiliki kemampuan untuk meniru gravitasi Mars atau Bumi sesuai kebutuhan.
Konsep desain yang inovatif ini akan menjadikan pengalaman menginap tak tertandingi dalam pariwisata luar angkasa, dengan tambahan fasilitas seperti restoran dan bioskop di dalam stasiun.
Meskipun ide ini telah ada lebih dari seratus tahun, pengembangan perangkat keras masih terus berlangsung untuk merealisasikan konsep yang luar biasa ini.
Tantangan dan Rencana Peluncuran
Peluncuran Voyager Station akan dilakukan dari Kennedy Space Center, dengan prioritas pada aspek keamanan dan penerapan teknologi mutakhir.
Para pengunjung akan memasuki pod tanpa gravitasi yang dirancang khusus untuk berpindah antar modul, memberikan pengalaman unik saat menginap.
Namun, tinggal di hotel luar angkasa ini diperkirakan akan memerlukan biaya yang sangat tinggi, bisa mencapai puluhan juta dolar per orang.
Walaupun peluncuran direncanakan untuk tahun 2027, pengembangan fisik dan teknologi tetap menjadi tantangan besar yang harus diatasi sebelum mencapai tujuan tersebut.
Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: