Perbaikan Kinerja Bea Cukai: Kementerian Keuangan Berikan Satu Tahun untuk Meningkatkan Layanan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah menerima teguran untuk meningkatkan kinerjanya dan diharapkan bisa menunjukkan perbaikan dalam waktu satu tahun.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Purbaya menekankan, jika DJBC tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam periode tersebut, kementeriannya akan mempertimbangkan langkah-langkah lebih lanjut.
Komitmen untuk Perbaikan Kinerja
Dalam pernyataan di Tanjung Priok, Jakarta, Purbaya menegaskan, 'Kami minta waktu satu tahun untuk memperbaiki Bea Cukai. Ini kan beberapa minggu saja sudah lumayan, artinya mereka mampu. Memang perlu didorong saja.'
Hal ini menunjukkan keyakinan beliau terhadap kemampuan DJBC untuk memperbaiki citranya.
Purbaya menambahkan bahwa kementeriannya masih mematangkan diskusi tentang potensi merumahkan pegawai DJBC, meskipun itu bukan langkah definitif. 'Tapi kalau sudah maju, sudah bagus, buat apa lagi?,' ungkapnya.
Kemajuan menjadi tolak ukur utama dalam penilaian kinerja DJBC.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens
Inovasi Teknologi di Bea Cukai
DJBC telah meluncurkan tiga teknologi baru untuk meningkatkan kinerja, termasuk alat pemindai peti kemas (X-ray) dengan fitur radiation portal monitor (RPM), Self Service Report Mobile (SSR-Mobile), dan Trade AI.
'Jadi, kami sudah melatih cukup banyak orang. Itu yang mesti kami pertahankan dan jaga,' ujar Purbaya.
Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses pemeriksaan barang, yang menjadi tantangan bagi institusi.
Purbaya juga menekankan pentingnya fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia agar semua teknologi dapat diimplementasikan secara efektif.
Penilaian Positif dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menjelaskan tentang komitmennya untuk memperbaiki pelayanan dan menghapus citra negatif yang melekat pada institusinya. 'Kami memahami masalah yang kami hadapi dan bertekad untuk memperbaiki pelayanan.'
Sebelumnya, Purbaya mengindikasikan bahwa wacana merumahkan pegawai muncul dari kinerja DJBC yang kurang memuaskan. 'Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16 ribu orang pegawai Bea Cukai dirumahkan,' ujarnya.
Perbaikan kinerja ini dianggap sangat penting tidak hanya untuk DJBC, tetapi juga untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: