Selasa, 02 DESEMBER 2025 • 16:20 WIB

Prancis Larang Penggunaan Ponsel di Sekolah Menengah Atas untuk Atasi Masalah Kesehatan Mental

Author

Prancis Larang Penggunaan Ponsel di Sekolah Menengah Atas untuk Atasi Masalah Kesehatan Mental

Pemerintah Prancis berencana menghapus penggunaan ponsel bagi siswa sekolah menengah atas (SMA) di seluruh negara untuk menghadapi krisis kesehatan mental di kalangan remaja.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Tembakan Gas Air Mata dan Provokasi di Depan Kampus

Kebijakan ini muncul setelah larangan serupa yang diterapkan di sekolah menengah pertama (SMP) berhasil mengurangi masalah sosial.

Kebijakan Larangan Ponsel di Sekolah

Larangan penggunaan ponsel di sekolah telah diberlakukan dari tingkat taman kanak-kanak hingga SMP berdasarkan undang-undang yang berlaku sejak 2018. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan larangan ini seringkali menemui berbagai kendala.

Presiden Emmanuel Macron menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pada perangkat digital dengan mengatakan, "Sekolah tempat Anda belajar, tempat Anda berinteraksi." Dia berharap kebijakan ini dapat meningkatkan fokus siswa terhadap pelajaran dan interaksi sosial.

Larangan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif dan membantu mengurangi potensi masalah kesehatan mental yang terus meningkat di kalangan anak muda.

Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus

Dampak Terhadap Kesehatan Mental dan Sosial

Pemerintah Prancis mengamati peningkatan masalah kesehatan mental serta perasaan kesepian di kalangan siswa. Menurut Macron, inisiatif ini diharapkan dapat memberikan perubahan yang signifikan bagi kesejahteraan mental para remaja.

Penelitian menunjukkan bahwa paparan berlebihan terhadap layar dapat mengganggu pola tidur dan kehidupan sehari-hari, serta meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan masalah penglihatan.

Sebagai bagian dari pendekatan jangka panjang ini, pemerintah akan meluncurkan kebijakan 'jeda digital' yang mulai berlaku pada Januari 2025, di mana anak-anak di bawah usia 15 tahun diharuskan menaruh ponsel mereka di tempat yang aman selama sesi pembelajaran.

Sambutan dan Implementasi Kebijakan

Pemangku kebijakan berencana menerapkan larangan ini pada tahun ajaran mendatang, mengikuti regulasi sebelumnya yang diterapkan di SMP. Macron mengekspresikan keyakinan bahwa regulasi ini akan sukses seperti yang terjadi di tingkat SMP.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya mengurangi ketergantungan pada ponsel, tetapi juga dapat memperkuat interaksi sosial antar siswa.

Untuk mencapai implementasi yang efektif, diperlukan kerjasama antara sekolah, orang tua, dan pihak berwenang agar kebijakan ini dapat diterapkan dengan baik, menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat bagi remaja.

Baca juga: Presiden Prabowo Berikan Penghargaan bagi Polisi Terluka dalam Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU