Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 19:15 WIB

Menghadapi Efek Emosional dari Pesan 'Seen' dalam Era Digital

Author

Menghadapi Efek Emosional dari Pesan 'Seen' dalam Era Digital

Seringkah kamu merasa jengkel ketika pesanmu hanya ditandai 'seen' tanpa balasan? Ternyata, efek dari fenomena ini lebih dalam dari sekadar kekecewaan biasa.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Beberapa orang mengeksplorasi bagaimana situasi ini bisa membangkitkan kenangan trauma yang tidak terduga. Ini adalah hal yang perlu kita perhatikan dalam era digital ini.

Mengapa 'Seen' Begitu Menyakitkan?

Di era komunikasi digital, setiap detik terasa sangat berharga. Namun, ketika pesan yang kita kirim hanya ditandai 'seen', rasanya seperti ditinggalkan tanpa penjelasan.

Studi menunjukkan bahwa interaksi yang tidak terbalas dapat menimbulkan rasa diabaikan. Ini berpotensi memperburuk pandangan kita terhadap diri sendiri dan hubungan sosial.

Meninggalkan pesan yang ditandai 'seen' bisa memicu perasaan ragu, bahkan sering kali mengingatkan pada pengalaman masa lalu yang menyakitkan.

Ketika kita merasa tidak dihargai, ingatan akan trauma atau penolakan sebelumnya bisa muncul kembali, mempengaruhi perjalanan emosional kita.

Dampak Emosional yang Dapat Terjadi

Perasaan diabaikan melalui chat bisa menyebabkan emosi negatif yang berlarut-larut. Ini bisa membuat seseorang merasa tidak berharga atau mempertanyakan hubungan yang ada.

Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus

Beberapa psikolog bahkan menemukan bahwa efek emosional ini bisa mirip dengan pengalaman ditolak secara langsung.

Emosi yang muncul akibat situasi ini bisa sangat beragam, mulai dari kecewa hingga kemarahan. Ini semua tergantung pada pengalaman masing-masing individu.

Setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda, sehingga dampak dari chat 'seen doang' dapat dirasakan dengan intensitas yang beragam.

Membangun Kembali Kepercayaan Diri

Salah satu cara untuk menghadapi efek dari 'seen' adalah dengan membangun lagi kepercayaan diri. Hal ini bisa dilakukan dengan berbicara pada teman atau orang terdekat tentang perasaan yang muncul.

Selain itu, penting untuk memahami bahwa tidak semua orang memiliki waktu untuk merespons pesan dengan segera atau dalam cara yang kita harapkan.

Memiliki harapan yang realistis tentang komunikasi di media sosial dapat membantu mengurangi kekecewaan.

Sumber daya mental yang baik, seperti meditasi atau journaling, juga bisa membantu kita menangani efek psikologis ini lebih baik.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU