Sabtu, 15 NOVEMBER 2025 • 12:19 WIB

Dampak Topan Kalmaegi di Filipina: Korban Jiwa dan Kerugian yang Memprihatinkan

Author

Dampak Topan Kalmaegi di Filipina: Korban Jiwa dan Kerugian yang Memprihatinkan

Topan Kalmaegi yang melanda Filipina awal November 2025 telah meninggalkan jejak duka yang mendalam, dengan setidaknya 232 orang tewas dan banyak yang masih hilang.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih

Bencana ini juga memaksa lebih dari 62.000 keluarga mengungsi, dengan total kerugian mencapai lebih dari 10 juta dolar AS.

Dampak Bencana dan Kerugian

Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen (NDRRMC) mencatat bahwa lebih dari 523 orang mengalami luka-luka, sementara 125 lainnya masih dalam pencarian.

Topan ini merusak 38.600 rumah dan lebih dari 214.700 bangunan, termasuk banyak infrastruktur penting.

Sektor pertanian sangat terdampak, dengan kerugian yang diperkirakan mencapai 2,6 juta dolar AS atau sekitar Rp43,4 miliar.

Kerusakan infrastruktur mengakibatkan biaya perbaikan yang bisa melebihi 8,2 juta dolar AS, menyulitkan proses pemulihan.

Wilayah Terdampak dan Respon Pemerintah

Pulau wisata Cebu tercatat sebagai salah satu daerah terparah yang terdampak, mengalami kerusakan meluas.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Banjir parah mulai melanda kawasan ini sejak dini hari 4 November, menurut informasi dari pemerintah setempat.

Seorang pegawai pemerintah di wilayah tersebut menyatakan, 'Banjir parah menerjang kawasan tempat tinggal kami, memaksa banyak warga mencari perlindungan.'

Respon cepat dari pemerintah lokal sangat krusial untuk menghadapi tantangan ini, dengan berbagai upaya penanganan darurat yang sedang berlangsung.

Tantangan Pemulihan Pasca Topan

Proses pemulihan setelah topan memerlukan perhatian mendesak terhadap kebutuhan bantuan kemanusiaan dan rehabilitasi infrastruktur.

Bantuan dari organisasi internasional dan non-pemerintah sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya pemulihan yang berkelanjutan.

Sementara itu, masyarakat terus berjuang untuk kembali ke kehidupan normal setelah kehilangan barang berharga dan tempat tinggal mereka.

Akses ke layanan dasar seperti air bersih dan kesehatan menjadi isu mendesak yang harus diatasi saat proses pemulihan berlangsung.

Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU