Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap bahwa salah satu pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta memiliki keterkaitan dengan komunitas daring ekstrem di dark web.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Sebelum teridentifikasi, pelaku diketahui secara rutin mengakses konten kekerasan brutal yang menjadi perhatian publik dan pihak berwajib.
Penemuan Digital Densus 88
Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menyatakan bahwa pelaku aktif mengunjungi berbagai komunitas daring di internet gelap. Ini termasuk konten-konten dengan rekaman peperangan dan pembunuhan.
Mayndra menjelaskan, 'Yang bersangkutan kerap mengunjungi komunitas daring (terutama di forum dan situs-situs gelap) yang menampilkan video atau foto orang yang benar-benar meninggal dunia, biasanya akibat kecelakaan, perang, pembunuhan, atau kejadian brutal lainnya.'
Sampai saat ini, Densus 88 belum menemukan jenis komunitas daring spesifik yang sering diakses oleh terduga pelaku, dan temuan tersebut masih dalam proses pendalaman lebih lanjut.
Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi
Rincian Penemuan Bahan Peledak
Sebelum mengidentifikasi akses pelaku ke dark web, Densus 88 terlebih dahulu menemukan tujuh bahan peledak di SMAN 72. Penemuan ini dilakukan setelah olah tempat kejadian perkara pasca-insiden ledakan.
Mayndra mengonfirmasi, 'Benar bahwa ditemukan tujuh peledak,' dan hanya empat di antaranya yang meledak pada dua lokasi berbeda di sekolah tersebut.
Insiden ledakan, yang terjadi pada hari Jumat, 7 November 2025, menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat setempat, terutama orang tua siswa.
Dampak dan Tindakan Lanjut
Insiden ini mendorong peningkatan pengawasan terhadap aktivitas daring di kalangan generasi muda, jika berkaitan dengan akses konten ekstrem. Densus 88 mengimbau orang tua untuk lebih memonitor aktivitas online anak-anak mereka.
Mayndra menekankan bahwa Densus 88 akan terus berupaya mengidentifikasi dan mencegah akses ke konten-konten berbahaya yang dapat mengarah pada aksi terorisme.
Kepolisian berkomitmen untuk mengambil langkah tegas terhadap individu atau kelompok yang berpotensi terlibat dalam aktivitas terorisme, serta meningkatkan kerja sama dengan pihak terkait untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: