Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman untuk menghentikan pendanaan federal bagi New York City, jika kandidat Demokrat Zohran Mamdani berhasil meraih kemenangan dalam pemilihan wali kota mendatang.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Dukungan Trump terhadap mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo, semakin menambah ketegangan politik menjelang pembukaan tempat pemungutan suara.
Dukungan dan Ancaman dari Trump
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan, 'Saya meyakini sepenuhnya bahwa New York City akan menjadi bencana ekonomi dan sosial total jika Mamdani menang.'
Trump kemudian merujuk Cuomo sebagai 'seorang Demokrat yang punya rekam jejak keberhasilan'.
Ia berpendapat bahwa dukungan kepada Cuomo sebagai pilihan yang lebih baik dibanding Mamdani, yang ia sebut 'komunis tanpa pengalaman dan dengan catatan kegagalan total'.
Trump mempertegas, jika Mamdani terpilih, 'sangat kecil kemungkinan saya akan menyalurkan dana federal untuk New York, kecuali dalam jumlah minimum yang diwajibkan.'
Reaksi Cuomo dan Strategi Kampanye
Meskipun Cuomo tidak meminta dukungan langsung dari Trump, ia menyatakan, 'Kita tahu Trump akan mengirim Garda Nasional ke New York jika Mamdani menang. Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi.'
Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi
Cuomo berusaha memposisikan diri sebagai kandidat yang bersaing dengan Trump dan tetap menegaskan pentingnya dana yang layak untuk New York.
Setelah mengundurkan diri sebagai gubernur pada tahun 2021 karena penyelidikan dugaan pelecehan seksual, Cuomo kini menarik perhatian pemilih konservatif dengan retorika anti-sosialis.
Ia meyakinkan pemilih bahwa New York memerlukan wali kota yang mampu menjamin keamanan dana dan investasi.
Pertarungan Ideologi dan Tingkat Partisipasi Pemilih
Pemilihan wali kota tahun ini mencatat rekor baru, dengan 735.317 suara awal, yang merupakan empat kali lipat dari pemilih awal pada tahun 2021, menurut data dari Dewan Pemilihan Kota New York.
Mamdani membawa visi progresif untuk kota, termasuk transportasi gratis, pembekuan sewa, dan layanan penitipan anak universal, dengan pendanaan yang berasal dari pajak bagi warga terkaya.
Jika terpilih, ia akan menjadi wali kota Muslim pertama serta orang kelahiran Afrika dan keturunan Asia Selatan yang memimpin New York City.
Sementara itu, Cuomo mengandalkan dukungan dari kalangan elit bisnis untuk mendongkrak suaranya dalam pemilihan ini.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: