Radang selaput paru, atau pleuritis, adalah kondisi yang dapat menyebabkan nyeri dada tajam dan sesak napas. Penting untuk mengenali gejala dan penanganan pleuritis agar bisa mendapatkan perawatan yang tepat.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Pleuritis terjadi ketika lapisan yang melindungi paru-paru mengalami peradangan. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berakibat serius, termasuk komplikasi seperti efusi pleura.
Apa Itu Radang Selaput Paru?
Pleuritis adalah peradangan pada pleura, lapisan tipis yang mengelilingi paru-paru. Penyebabnya dapat bervariasi, termasuk infeksi, penyakit autoimun, dan beberapa jenis kanker.
Kondisi ini seringkali menyebabkan rasa sakit saat bernapas atau batuk, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi sulit. Jika tidak ditangani, radang selaput paru berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Salah satu komplikasi tersebut adalah efusi pleura, di mana terjadi penumpukan cairan di ruang antara lapisan pleura. Ini bisa menyebabkan tekanan ekstra pada paru-paru yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Gejala Pleuritis yang Perlu Diketahui
Gejala utama dari pleuritis biasanya berupa nyeri dada yang tajam, terutama saat bernapas dalam atau batuk. Rasa sakit ini cenderung memburuk ketika individu bergerak atau mengubah posisi.
Selain itu, sesak napas juga dapat terjadi, yang menyebabkan kesulitan dalam melakukan aktivitas fisik. Gejala lain yang mungkin muncul adalah demam dan batuk.
Penting untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gejala-gejala ini, agar diagnosis dan penanganan dapat dilakukan tepat waktu.
Penanganan Radang Selaput Paru
Penanganan untuk pleuritis sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Apabila disebabkan oleh infeksi, dokter biasanya akan meresepkan obat antibiotik.
Kombinasi obat anti-inflamasi dan pereda nyeri juga sering digunakan untuk mengatasi nyeri akibat peradangan. Ini membantu mengurangi ketidaknyamanan pasien.
Dalam beberapa kasus, prosedur pengurasan bisa diperlukan untuk mengeluarkan cairan di ruang pleura, yang bertujuan mengurangi tekanan dan nyeri pada dada.
Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: