Sabtu, 25 OKTOBER 2025 • 11:48 WIB

Potensi Gempa Besar dan Tsunami di Indonesia: Apa yang Perlu Diketahui?

Author

Potensi Gempa Besar dan Tsunami di Indonesia: Apa yang Perlu Diketahui?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Indonesia akan ancaman gempa besar akibat Megathrust yang dapat terjadi kapan saja.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi

Peringatan ini sangat relevan, mengingat posisi Indonesia yang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik, membuatnya sangat rentan terhadap bencana gempa dan tsunami.

Zona Risiko Gempa Megathrust

BMKG mencatat ada 13 segmen Megathrust yang mengelilingi wilayah Indonesia, di mana dua segmen berlokasi di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan bahwa kedua zona tersebut telah mengalami seismic gap yang signifikan selama berabad-abad.

Ia lebih lanjut menjelaskan, 'Gempa berpusat di zona Megathrust Mentawai Siberut,' merujuk pada contoh aktivitas Megathrust dengan kejadian gempa di Nias Barat yang berukuran M5,2.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa

Peringatan BRIN terhadap Potensi Tsunami

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga menegaskan pentingnya kewaspadaan mengenai dampak Megathrust, terutama di selatan Jawa Barat hingga Selat Sunda.

Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi, Nuraini Rahma Hanifa, mengungkapkan bahwa energi yang terkunci di zona subduksi ini terus meningkat dan bisa menyebabkan gempa besar dengan magnitudo mencapai 8,7.

Menurut perhitungan, jika Megathrust di wilayah Pangandaran pecah, tsunami yang mencapai ketinggian hingga 20 meter diyakini akan menjalar ke berbagai wilayah, termasuk Banten dan Lampung.

Dampak Tsunami di Berbagai Wilayah

Risiko tsunami di pesisir Banten diprediksi dapat mencapai ketinggian antara 4 hingga 8 meter, sedangkan di Lampung, dampaknya bisa merata di seluruh wilayah yang menghadapi Selat Sunda.

Kawasan Jakarta sendiri diperkirakan akan dapat menghadapi tsunami dengan ketinggian antara 1 hingga 1,8 meter yang akan datang sekitar 2,5 jam setelah terjadinya gempa.

Rahma menekankan, 'Kalau di selatan Jawa, tsunami sampai dalam waktu 40 menit,' menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan bagi masyarakat di area yang berpotensi terkena dampak.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU