Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 19:50 WIB

Ancaman Pembunuhan Terhadap Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy

Author

Ancaman Pembunuhan Terhadap Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy

Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mendapat ancaman pembunuhan dari seorang narapidana di penjara La Sante, hanya sehari setelah menjalani hukuman lima tahun penjara.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian

Kejaksaan Paris telah mengonfirmasi bahwa video berisi ancaman terhadap Sarkozy beredar di media sosial, menambah kerumitan situasi keamanan di dalam penjara.

Konfirmasi Kejaksaan Paris

Pada Rabu, 22 Oktober 2025, kantor Kejaksaan Paris menerima laporan dari direktur penjara La Sante mengenai video ancaman tersebut.

Video yang beredar menunjukkan seorang narapidana menyatakan ancaman terhadap Sarkozy setelah ia menjalani hukuman atas kasus konspirasi pendanaan kampanye.

Sarkozy, yang menjabat sebagai Presiden Prancis dari 2007 hingga 2012, dipenjara akibat vonis bersalah atas mendorong kampanye secara ilegal dengan dana dari rezim Muammar Gaddafi di Libya.

Kasus ini tidak hanya menarik perhatian media, tetapi juga menciptakan perdebatan tentang aspek hukum dan sosial yang lebih luas.

Tameng Keamanan untuk Sarkozy

Setelah ancaman tersebut, pemerintah Prancis memperketat perlindungan untuk Sarkozy, kini dijaga oleh dua petugas bersenjata di sel terdekat.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih

Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan mantan presiden selama masa penahanannya.

Namun, keputusan ini memicu protes dari serikat penjaga penjara, di mana Hugo Vitry, seorang penjaga di La Sante, menuntut penjelasan dari pihak administrasi penjara.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, menegaskan bahwa Sarkozy memiliki hak atas perlindungan khusus karena 'ada ancaman nyata terhadap dirinya'.

Sorotan terhadap Keamanan Penjara

Insiden ancaman terhadap Sarkozy menyoroti isu keamanan di penjara Prancis, khususnya terkait dengan kemampuan narapidana untuk merekam dan menyebarkan video ke media sosial.

Penjara La Sante dikenal dengan pengamanan ketat, tetapi ajakan ini menambah pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan di dalamnya.

Kejaksaan belum memberikan klarifikasi tentang bagaimana narapidana tersebut bisa mengakses ponsel di area penjara, yang menjadi perhatian.

Sementara itu, tim pengacara Sarkozy telah mengajukan permohonan untuk pembebasan dini dengan harapan bisa ditinjau menjelang Natal.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU