Kamis, 23 OKTOBER 2025 • 13:51 WIB

Larangan IOC Terhadap Indonesia: Dampak Penolakan Visa Atlet Israel

Author

Larangan IOC Terhadap Indonesia: Dampak Penolakan Visa Atlet Israel

Komite Olimpiade Internasional (IOC) secara resmi melarang Indonesia untuk menggelar ajang olahraga internasional, termasuk Olimpiade, setelah Jakarta menolak visa untuk atlet Israel.

Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan

Keputusan ini diambil setelah Indonesia tidak memberikan visa kepada tim Israel yang seharusnya bertanding di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta.

Latar Belakang Penolakan Visa

Penolakan visa terhadap atlet Israel oleh Indonesia merupakan bentuk protes pemerintah terhadap serangan militer Israel ke Gaza.

Keputusan ini, meskipun berlandaskan alasan politik, berdampak signifikan terhadap penyelenggaraan kejuaraan olahraga internasional.

Pemerintah Indonesia menganggap tindakan ini sebagai wujud solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Meskipun alasan tersebut bersifat politis, konsekuensinya berimbas pada kerjasama internasional di olahraga.

Reaksi IOC dan Tanggapan Federasi Senam Israel

IOC mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan tidak dapat melanjutkan kerjasama dengan Komite Olimpiade Indonesia (NOC) hingga ada jaminan akses bagi atlet dari semua negara.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan

Dalam pernyataan tersebut, IOC menekankan pentingnya akses bebas ke negara tuan rumah oleh semua peserta kompetisi internasional.

Federasi Senam Israel (IGF) mengemukakan kritik keras terhadap keputusan Indonesia dan menyebutnya sebagai preseden berbahaya.

IGF mengungkapkan bahwa mereka sebelumnya telah mendapatkan jaminan bahwa atlet Israel akan diizinkan bertanding di kejuaraan yang dimaksud.

Implikasi Keputusan dan Tindakan Selanjutnya

Dengan keputusan IOC, pengajuan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2036 juga akan tertunda.

Rencana penyelenggaraan ajang dan konferensi olahraga lainnya juga terpaksa ditangguhkan sampai ada jaminan keterlibatan semua negara.

Sebagai langkah selanjutnya, IOC meminta NOC dan FIG untuk berdiskusi lebih lanjut di markas besar IOC di Lausanne, Swiss.

Ini menunjukkan keseriusan IOC dalam menangani isu akses terhadap partisipasi atlet pada kompetisi internasional.

Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU