Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 10:20 WIB

Kemarahan Prabowo Subianto terhadap Korupsi CPO: Kerugian Negara Mencapai Rp13,2 Triliun

Author

Kemarahan Prabowo Subianto terhadap Korupsi CPO: Kerugian Negara Mencapai Rp13,2 Triliun

Presiden Prabowo Subianto mengekspresikan kemarahan mendalamnya terhadap kerugian negara yang mencapai Rp13,2 triliun akibat praktik korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO).

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan

Pernyataan ini disampaikannya di Kejaksaan Agung, Jakarta, dan menyentuh dampak besar yang dirasakan rakyat akibat keserakahan tersebut.

Pernyataan Prabowo tentang Kerugian Negara

Dalam pernyataan resmi, Prabowo mengungkapkan, "Ini milik bangsa Indonesia, hasilnya diambil dan dikeruk dibawa ke luar negeri. Rakyat dibiarkan kesulitan minyak goreng untuk berminggu-minggu."

Kemarahan Prabowo diiringi dengan sorotan terhadap dampak langsung yang dirasakan masyarakat, terutama dalam ketersediaan minyak goreng.

Pemerintah kini berupaya untuk memulihkan kerugian yang dialami negara akibat dugaan korupsi ini.

Prabowo menegaskan, "Ini sebetulnya menurut saya sangat kejam, dan sangat tidak manusiawi apakah ini bener-bener murni keserakahan atau ini bisa digolongkan subversi ekonomi."

Penyerahan Simbolis dan Peran Kejaksaan Agung

Dalam acara tersebut, Jaksa Agung ST Burhanuddin simbolis menyerahkan uang sebesar Rp13,2 triliun kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, disaksikan langsung oleh Prabowo.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia

Proses hukum selanjutnya dinyatakan penting untuk menyelesaikan tuntas kasus ini dan menghindari kejadian serupa di masa depan.

Perusahaan-perusahaan yang terlibat, termasuk Wilmar, Musim Mas, dan Permata Group, menjadi sorotan utama dalam upaya penegakan hukum saat ini.

Prabowo berharap bahwa langkah ini dapat menjadi momentum untuk menuntaskan berbagai kasus ilegal lainnya.

Tantangan ke Depan dalam Menangani Aktivitas Ilegal

Menjadi sorotan, Prabowo memperingatkan pentingnya melanjutkan investigasi terkait aktivitas ilegal di sektor lain, seperti tambang.

Ia mengingatkan, "Saya ingatkan masih banyak tugas kita, masih banyak tambang yang ilegal, kerugian kita juga mungkin puluhan triliun atau ratusan triliun."

Langkah untuk mengoreksi dan memulihkan kerugian tersebut dianggap krusial dalam menjaga ekonomi negara agar tetap stabil.

Kejaksaan Agung diharapkan dapat memperkuat langkah-langkah pengawasan dan penegakan hukum terhadap praktik korup yang merugikan negara.

Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU